KUDUS, KLIKSOLONEWS.COM — Sebanyak 314 atlet Shorinji Kempo dari 28 provinsi di Indonesia beradu kemampuan dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025, yang digelar di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (18/10/2025). Dari jumlah tersebut, terdiri atas 173 atlet putra dan 141 atlet putri.
Ketua Umum Pengurus Besar Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (PB PERKEMI), Laksamana Madya (Purn) Dr. Agus Setiadji, mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya ajang nasional ini, termasuk Gubernur Jawa Tengah, Bupati Kudus, KONI, dan Pihak Djarum.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan PON Bela Diri ini. Kalah atau menang adalah hal biasa, tetapi nilai-nilai persaudaraan harus tetap kita junjung tinggi,” ujar Agus Setiadji dalam sambutannya.
Agus menegaskan, pelaksanaan PON Bela Diri ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembentukan karakter atlet berdasarkan filosofi kempo, yang menekankan pentingnya sportivitas dan persaudaraan di atas hasil pertandingan.
Lebih lanjut, ia menyampaikan komitmen PB PERKEMI untuk terus meningkatkan kualitas organisasi agar lebih profesional, transparan, dan akuntabel, dengan fokus pada pembinaan atlet, pelatih, dan juri.
“PB PERKEMI akan terus berupaya memajukan pembinaan olahraga bela diri di Indonesia, sekaligus menyiapkan regenerasi atlet agar prestasi internasional terus berlanjut,” jelasnya.
Agus juga mengungkapkan kebanggaan atas pencapaian Indonesia di ajang Kejuaraan Dunia Kempo di Jepang, di mana Indonesia berhasil meraih peringkat kedua dunia. Ia berharap capaian itu dapat menjadi motivasi bagi para atlet muda.
“Prestasi luar biasa itu harus dipertahankan. Kami berharap Shorinji Kempo terus berkontribusi dalam pembinaan olahraga bela diri, menjadi kebanggaan bangsa, dan mempererat persatuan antar kenshi (atlet kempo),” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melalui sambutan yang dibacakan oleh Kasi PPLOP Disporapar Jateng, Rita, juga berpesan agar seluruh atlet menjunjung tinggi semangat sportivitas dan persaudaraan, sesuai dengan nilai-nilai luhur dalam kempo.
“PON Bela Diri ini bukan hanya ajang mencari juara, tetapi juga tempat memperkuat solidaritas, disiplin, dan persaudaraan antar atlet,” ujar Rita membacakan sambutan gubernur.
Dengan berlangsungnya PON Bela Diri Shorinji Kempo di Kudus, Jawa Tengah berharap dapat memperkuat peran daerah dalam mendukung pembinaan olahraga bela diri nasional sekaligus menjadi tuan rumah yang berprestasi dan berintegritas. (KS1)