Jumat, 12 Juni 2026

PB IPSI Jaring Bibit Muda Lewat PON Bela Diri 2025 di Kudus

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Sabtu, 18 Oktober 2025 | 09:00 WIB
Anggota Lembaga Wasit Juri PB IPSI, Agung Nugroho (Kliksolonews/dok)
Anggota Lembaga Wasit Juri PB IPSI, Agung Nugroho (Kliksolonews/dok)

KUDUS, KLIKSOLONEWS.COM – Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) menjadikan ajang PON Bela Diri 2025 di Kudus sebagai momentum penting untuk menjaring bibit muda pencak silat dari seluruh Indonesia. Ajang ini menjadi wadah regenerasi atlet dan sarana pembinaan menuju level nasional hingga internasional.

Sebanyak 271 atlet dari 34 provinsi ambil bagian dalam pertandingan yang mempertandingkan 16 kelas di cabang olahraga pencak silat. Setiap kontingen diperbolehkan menurunkan maksimal 10 kelas dari seluruh nomor yang tersedia.

“Yang mengikuti ada 34 provinsi, totalnya 271 atlet. Kami mempertandingkan 16 kelas, dan masing-masing kontingen boleh ikut maksimal 10 kelas,” ujar Agung Nugroho, anggota Lembaga Wasit Juri PB IPSI, dalam konferensi pers di Media Center PON Bela Diri 2025 Kudus, Jumat (17/10/2025).

Menurut Agung, kelas ringan seperti A, B, C, dan D menjadi kategori paling padat karena hampir seluruh daerah mengirimkan wakilnya.

“Pesertanya bisa sampai 30 hingga 34 di setiap kelas ringan. Sedangkan kelas besar seperti F, G, dan H pesertanya lebih sedikit karena tidak semua daerah memiliki atlet di kategori itu,” jelasnya.

Meski antusiasme peserta tinggi, beberapa provinsi menurunkan jumlah atlet karena berbenturan dengan agenda olahraga lain.

“Jawa Barat biasanya banyak peserta, tapi kali ini agak berkurang karena sedang ada event pra-prof untuk persiapan pro-prof,” terangnya.

Sementara itu, beberapa provinsi di kawasan timur Indonesia, seperti Papua Pegunungan, tidak bisa berpartisipasi penuh karena keterbatasan dana dan struktur organisasi olahraga yang masih baru.

PB IPSI menargetkan ajang ini untuk membina atlet muda berusia 17 hingga 23 tahun agar menjadi generasi penerus pencak silat nasional.

“Kami ingin mencari atlet baru usia 17 sampai 23 tahun supaya bisa jadi lapisan kedua dan ketiga untuk masa depan. Ini kesempatan mereka untuk tampil tanpa harus langsung berhadapan dengan senior,” ujar Agung.

Menurutnya, ajang seperti ini sangat penting agar para pesilat muda dapat mengasah kemampuan dan menambah pengalaman bertanding sebelum mencapai usia emas (golden age) empat tahun mendatang.

PB IPSI juga berharap atlet berprestasi dari ajang PON Bela Diri Kudus dapat tampil di event internasional single seperti di Bahrain dan Abu Dhabi.

Agung menambahkan, perkembangan pencak silat di luar Pulau Jawa kini semakin pesat.

“Daerah seperti Sulawesi, Sumatera, Gorontalo, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Bali, dan NTT menunjukkan kemajuan signifikan,” ungkapnya.

Meski begitu, ia mengakui kekuatan Papua saat ini cenderung menurun karena pemekaran wilayah.

“Dulu Papua sangat kuat, tapi sekarang karena terbagi jadi beberapa provinsi baru, fokus pembinaan jadi berkurang,” tambahnya.

Kendati demikian, Agung menilai kualitas atlet di Indonesia kini semakin merata.

“Sebarannya hampir merata, meskipun Pulau Jawa masih dominan karena jumlah event lebih banyak,” tutupnya. (KS1)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X