Jumat, 12 Juni 2026

Sinergi KONI Jateng dan Djarum Foundation Siap Gelar PON Beladiri 2025 di Kudus

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Rabu, 30 Juli 2025 | 18:30 WIB
Sinergi KONI Jateng dan Djarum Foundation Siap Gelar PON Beladiri 2025 di Kudus. (KlikSoloNews/dok KONI Jateng)
Sinergi KONI Jateng dan Djarum Foundation Siap Gelar PON Beladiri 2025 di Kudus. (KlikSoloNews/dok KONI Jateng)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jawa Tengah menyatakan siap memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri yang akan digelar di Kudus pada 11–26 Oktober 2025.

Ketua Umum KONI Jateng, Bona Ventura Sulistiana, menegaskan kesiapan organisasinya untuk menyukseskan ajang nasional yang akan mempertandingkan 10 cabang olahraga beladiri tersebut.

“Kami bersama seluruh jajaran KONI Jawa Tengah siap bersinergi demi kelancaran dan kesuksesan PON Beladiri,” ujar Bona saat meninjau pertemuan koordinasi cabang olahraga beladiri di Kantor KONI Jateng, Selasa 29 Juli 2025,  malam.

PON Beladiri merupakan hasil kerja sama antara KONI Pusat dan Djarum Foundation, dan akan digelar di kompleks Djarum Arena 2–3, Kudus. Sebanyak 38 KONI provinsi se-Indonesia akan ambil bagian, sama seperti PON reguler. Event ini mengusung tema "Bakti untuk Negeri Melalui PON Beladiri."

Sebagai tahap awal, rapat koordinasi telah dilaksanakan bersama para pengurus cabang olahraga dan pejabat terkait, termasuk Wakil Ketua Umum KONI Pusat Suwarno dan Deputy Director Djarum Foundation, Ryan Gozali. Rapat tersebut membahas antara lain pembentukan panitia pelaksana dan technical delegate.

“Diskusi berlangsung hingga dini hari dan menghasilkan langkah-langkah penting untuk persiapan teknis pertandingan,” imbuh Bona.

Format Baru PON: Fokus pada Cabang Prioritas
Suwarno menjelaskan bahwa penyelenggaraan PON Beladiri merupakan bagian dari pembaruan sistem PON nasional. Mulai 2028 (NTB-NTT), PON akan memprioritaskan cabang-cabang Olimpiade.

“Kami ingin menjadikan PON lebih fokus. Oleh karena itu, lahirlah konsep PON tematik seperti PON Beladiri, PON Perairan, dan PON Indoor,” kata Suwarno.

Dari 78 cabang olahraga yang tergabung di bawah naungan KONI, sebanyak 18 merupakan cabang beladiri. Namun, hanya 10 cabang yang dipertandingkan tahun ini yakni taekwondo, gulat, judo, wushu, karate, pencak silat, sambo, jujitsu, kempo, dan tarung derajat. Sisanya direncanakan tampil pada edisi berikutnya, tahun 2026.

Djarum Foundation tak hanya memberikan dukungan infrastruktur, tetapi juga ingin mengangkat citra dan eksistensi olahraga beladiri di tengah masyarakat. Ryan Gozali menekankan nilai strategis olahraga beladiri, baik dalam kehidupan sosial maupun peluang kerja.

“Keterampilan beladiri memiliki nilai lebih. Tidak sekadar prestasi, tapi juga membantu dalam kehidupan nyata, bahkan membuka akses lapangan kerja,” ujarnya.

Ryan juga menyoroti pentingnya publikasi olahraga beladiri yang selama ini kurang mendapat perhatian. Djarum Foundation berkomitmen mendorong eksposur lebih luas terhadap cabang-cabang ini.

Lebih dari sekadar event olahraga, PON Beladiri diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal melalui konsep sport tourism. Kudus diprediksi akan mengalami lonjakan aktivitas ekonomi dari sisi hunian hotel, kuliner, hingga UMKM dan pariwisata.

“Inilah perwujudan sport tourism. Olahraga menjadi pintu masuk kebangkitan ekonomi daerah,” kata Ryan.

Berikut adalah daftar 10 cabang olahraga beladiri yang akan dipertandingkan dalam PON Beladiri 2025 di Kudus:





  1. Taekwondo




  2. Gulat




  3. Judo




  4. Wushu




  5. Karate




  6. Pencak Silat




  7. Sambo




  8. Jujitsu




  9. Kempo




  10. Tarung Derajat




Cabang-cabang tersebut merupakan gabungan dari olahraga yang termasuk dalam kategori Olimpiade, serta yang berprestasi di Asian Games dan SEA Games. Jika kamu ingin penjelasan singkat per cabang (asal-usul, ciri khas, atau perbedaan antar beladiri), saya bisa bantu buatkan juga.


Dengan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, PON Beladiri 2025 diharapkan tak hanya sukses secara teknis dan prestasi, tetapi juga memberikan dampak positif jangka panjang bagi daerah penyelenggara dan masa depan olahraga nasional.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X