SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM — Pelatih kepala PSIS Semarang, Kahudi Wahyu, mulai menanamkan filosofi permainannya kepada para pemain yang tengah mengikuti proses seleksi.
Meski komposisi skuad belum final, Kahudi menilai memperkenalkan cara bermain sejak awal menjadi bagian penting dalam membangun fondasi tim yang solid untuk menghadapi Liga 2 Indonesia.
Dalam sesi latihan yang digelar di Lapangan Gelora Bumi Mintarsih, Gunungpati, Semarang, Kahudi fokus memperkenalkan fase bertahan (defensif) kepada Rizky Darmawan dan kawan-kawan.
“Latihan hari ini pengantar terkait defensif, mulai memperkenalkan cara kami bermain di situasi defensif. Ada defensif satu lini, dua lini, tiga lini,” jelas Kahudi saat ditemui awak media usai sesi latihan, Rabu 2 Juli 2025.
Pelatih berlisensi A AFC itu membagi lapangan menjadi beberapa zona sempit untuk simulasi pertahanan dalam situasi berintensitas tinggi.
Menurutnya, hal tersebut penting agar pemain terbiasa menghadapi tekanan realistis sebagaimana yang akan terjadi dalam pertandingan sesungguhnya.
“Terus mengenalkan intensitas bermain yang disesuaikan dengan kondisi saat pertandingan, jadi lebih realistis. Penguatan prinsip juga ke pemain,” tambahnya.
Dalam proses seleksi pemain, Kahudi mengonfirmasi bahwa beberapa pemain telah dipulangkan karena tidak sesuai dengan kebutuhan tim. Ia menargetkan dalam waktu sepekan ke depan, kerangka utama skuad PSIS untuk Liga 2 sudah mulai terbentuk.
“Kemarin ada yang udah dipulangkan, berproses lah,” ucap Kahudi singkat.
PSIS Semarang yang kini memulai era baru bersama Kahudi diharapkan mampu membangun ulang identitas tim dan tampil kompetitif di Liga 2 musim ini.
Proses seleksi dan latihan intensif yang diterapkan saat ini menjadi langkah awal menuju target yang lebih besar. (KS01)