SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM - Usai kekalahan menyakitkan dari Bali United dengan skor 4-0 pada pekan ke-31 Liga 1, tim pelatih PSIS Semarang langsung melakukan evaluasi menyeluruh.
Caretaker PSIS, Muhammad Ridwan, menyatakan bahwa pihaknya telah menganalisis penyebab kekalahan tersebut bersama staf pelatih, khususnya terkait lemahnya penguasaan bola.
“Evaluasi pasti ya. Menang kalah tetap ada evaluasi, apalagi kemarin kami kalah dengan skor besar. Selesai pertandingan kami langsung menonton ulang, melihat bagaimana proses gol-gol terjadi dan kami sudah mendefinisikan kelemahan kami,” kata Ridwan, Kamis 8 Mei 2025.
Ridwan menyoroti bahwa salah satu faktor utama kekalahan adalah penguasaan bola yang kurang efektif, yang akan menjadi fokus pembenahan jelang laga penting melawan PSS Sleman.
“Terutama soal penguasaan bola. Kami juga sedang mempersiapkan bagaimana kami akan bermain, dan bagaimana mengantisipasi cara bermain lawan,” lanjutnya.
Menjelang laga krusial kontra PSS Sleman, Ridwan menilai bahwa pertandingan nanti bukan hanya penting dari sisi klasemen, tapi juga sangat berat secara mental dan teknis karena kedua tim berada dalam tekanan zona degradasi.
“Sleman adalah tim yang bagus dan kompak. Ini akan menjadi tantangan besar untuk kami. Mereka sedang dalam performa cukup baik,” ujar pelatih berlisensi A AFC tersebut.
Ia menegaskan bahwa semua pertandingan tersisa ibarat laga final bagi PSIS yang tengah berjuang menghindari degradasi. Kemenangan menjadi harga mati.
“Semua pertandingan adalah final untuk sekarang ini. Kami mencoba mempersiapkan tim dengan sangat spesial. Karena kami tidak hanya ingin mendapatkan poin, tapi harus menang,” tutup Ridwan. (KS01)