SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM – Gagal menang di Stadion Jatidiri, PSIS Semarang dalam posisi mengkhawatirkan untuk bertahan di Liga 1.
Menjamu Persik Kediri pada laga pekan ke-28 BRI Liga 1 2024/25 di Stadion Jatidiri, Jumat 11 April 2025, Mahesa Jenar harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 0-0.
Hasil imbang ini tentu saja semakin menyulitkan posisi Septian David Maulana dan kolega untuk bertahan di kompetisi kasta tertinggi di Indonesia.
Tambahan satu poin jelas belum cukup bagi PSIS untuk keluar dari jerat zona degradasi. Saat ini mereka masih tertahan di peringkat ke-16 klasemen sementara dengan koleksi 25 poin dari 28 pertandingan—posisi yang masuk zona merah. Menyisakan enam pertandingan harus bisa dimaksimalkan PSIS Semarang untuk mendulang poin.
Pelatih PSIS, Gilbert Agius, mengakui kekecewaannya atas hasil imbang tersebut. Meski demikian, ia tetap memberikan apresiasi terhadap kerja keras dan solidnya lini belakang timnya.
"Kami tentunya kecewa dengan hasil ini, namun secara permainan saya puas dengan determinasi lini pertahanan kami. Namun hasil imbang ini tentunya bukan hasil yang kami inginkan. Karena kami tentunya ingin menang agar bisa keluar dari zona degradasi,” ujar Agius usai pertandingan.
Dengan hanya enam laga tersisa di musim ini, perjuangan PSIS untuk bertahan di kasta tertinggi Liga Indonesia kian berat. Mereka wajib meraih poin maksimal di laga-laga tersisa jika ingin selamat dari degradasi.
Pada pekan ke-29 mendatang, PSIS akan menghadapi laga krusial saat bertandang ke markas Semen Padang FC di Stadion Haji Agus Salim, Kamis 17 April 2025. Laga tersebut diprediksi akan menjadi ujian penting bagi langkah penyelamatan PSIS di sisa musim ini.(KS01)