Sabtu, 13 Juni 2026

Pemain Muda PSS Sleman Semakin Matang, Seto Optimistis Hadapi Putaran Kedua Liga 1

Photo Author
Administrator, KlikSoloNews.com
- Selasa, 27 Desember 2022 | 17:36 WIB
Winger PSS Sleman, M Fariz mendapatkan jam bermain di Liga 1. Pemain Muda PSS Sleman Semakin Matang, Seto Optimistis Hadapi Putaran Kedua Liga 1. (KlikSoloNews/dok PT LIB)
Winger PSS Sleman, M Fariz mendapatkan jam bermain di Liga 1. Pemain Muda PSS Sleman Semakin Matang, Seto Optimistis Hadapi Putaran Kedua Liga 1. (KlikSoloNews/dok PT LIB)

SLEMAN, KLIKSOLONEWS.COMPemain muda PSS Sleamn semakin matang, Seto optimistis hadapi putaran kedua Liga 1.

Pemain muda di beberapa klntung  ub minim jam terbang. Para pelatih di Liga 1 lebih memilih pemain yang memiliki pengalaman dan jam terbang tinggi.

Namun, tidak halnya dengan PSS Sleman di kompetisi Liga 1. Para pemain muda Super Elja, julukan PSS Sleman, lebih beruntung, karena mendapatkan menit bermain di kompetisi kasta tertinggi.

Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiantoro secara rutin menurunkan darah muda yang dimiliki untuk merasakan kompetisi di Liga 1. Hal ini sangat penting untuk menaikkan mental bertanding bagi pasukan muda Super Elja.

PSS Sleman menjadi salah satu tim yang rajin memberikan kesempatan para pemain mudanya unjuk gigi pada lanjutan kompetisi BRI Liga 1 2022/2023 yang menggunakan sistem bubble.

Sebut saja Hokky Caraka (18 tahun), Saddam Gaffar (21 tahun) dan M Fariz (18 tahun) mendapatkan kesempatan cukup banyak banyak di bulan Desember 2022 ini.

Dari laga yang dijalani Super Elang Jawa di lanjutan kompetisi, para pemain muda potensial ini mendapat jam terbang cukup tinggi.

Hokky Caraka dan Saddam Gaffar yang berposisi sebagai striker diberi kesempatan Seto Nurdiantoro bermain dengan menit bermain cukup banyak.

Striker timnas Indonesia U-19, Hokky Carakan diturunkan sebanyak tiga kali sebagai starting dan dua kali dari bench dengan total 306 menit bermain.

Sedangkan Saddam diturunkan sekali sebagai starting dan tiga kali dari bangku cadangan dengan total 142 menit, termasuk 45 menit pada laga lawan Persija Jakarta yang dihentikan di babak kedua akibat lapangan yang tergenang air hujan di Stadion Manahan Solo.

Namun memang kedua pemain muda itu belum mempersembahkan gol untuk timnya.

Sementara bagi M Fariz, pemain yang terdaftar sebagai pemain belakang PSS memiliki momen istimewa di bulan Desember 2022 ini.

Pasalnya, Fariz yang berusia 18 tahun baru saja menjalani debutnya di kompetisi sepak bola profesional pada pekan ke-15 lalu.

M Fariz menjalani debutnya di pertandingan lawan PSIS Semarang. Pemilik nomor punggung 38 di PSS ini adalah pemain jebolan PSS Sleman di EPA Liga 1 U-18 musim 2021.

“Selain untuk memberikan kesempatan pada pemain muda, ini menambah jam terbang dan pengalaman, juga tentu mereka diturunkan dengan pertimbangan strategi dan taktik termasuk menyiasati ketatnya jadwal. Harapannya para pemain muda ini bisa makin matang kedepannya,” kata Seto Nurdiantoro melalui laman resmi LIB yang disadur KlikSoloNews.

PSS Sleman mengakhiri putaran pertama dengan masih harus berjuang di papan bawah klasemen sementara. PSS ada di peringkat ke-15 dengan koleksi 16 poin. (KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X