nasional

Harga Pertamax Naik, Pemerintah Sebut Mengikuti Lonjakan Harga Minyak Dunia

Minggu, 14 Juni 2026 | 07:00 WIB
Harga Pertamax Naik, Pemerintah Sebut Mengikuti Lonjakan Harga Minyak Dunia (kliksolonews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM - Pemerintah menegaskan bahwa kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk Pertamax, dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya harga minyak dunia dalam beberapa bulan terakhir.

Kebijakan ini disebut tidak dapat dihindari karena Pertamax merupakan produk BBM yang tidak mendapatkan subsidi dari pemerintah.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyampaikan harga Pertamax secara langsung mengikuti perkembangan harga energi di pasar internasional. Perubahan harga minyak mentah dunia akan berpengaruh terhadap harga jual BBM nonsubsidi di dalam negeri.

Menurut Teddy, tren kenaikan harga minyak global telah terjadi sejak Maret 2026. Meski demikian, pemerintah disebut telah berupaya menahan kenaikan harga BBM nonsubsidi selama beberapa bulan untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.

Baca Juga: Jateng Siaga Dampak Kenaikan BBM Nonsubsidi, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Harga Pangan Diawasi Ketat

Pemerintah menilai langkah tersebut menjadi bentuk upaya mitigasi dampak gejolak energi global terhadap kondisi ekonomi nasional. Namun, seiring terus meningkatnya harga minyak internasional, penyesuaian harga akhirnya harus dilakukan.

"Pertamax adalah BBM nonsubsidi, sehingga harganya harus mengikuti perkembangan harga minyak dunia," ujar Teddy.

Di tengah kenaikan harga BBM nonsubsidi, pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan.

Pertalite tetap dijual dengan harga Rp10.000 per liter, sementara Solar subsidi bertahan di level Rp6.800 per liter.

Kebijakan mempertahankan harga BBM subsidi ini dilakukan untuk melindungi masyarakat dari dampak langsung kenaikan harga energi global, terutama kelompok masyarakat yang paling bergantung pada bahan bakar bersubsidi.

Pemerintah juga membandingkan harga BBM nonsubsidi Indonesia dengan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.

Berdasarkan data per 11 Juni 2026, harga BBM RON 92/95 di Indonesia masih berada di bawah beberapa negara tetangga.

Berikut perbandingan harga BBM nonsubsidi di kawasan ASEAN:

- Indonesia Rp16.260
- Filipina Rp22.158
- Myanmar Rp25.085
- Thailand Rp28.910
- Laos Rp31.945
- Singapura Rp42.971

Halaman:

Tags

Terkini