nasional

Siswa SMP di Semarang Diduga Jadi Korban Pengeroyokan Kakak Kelas, Keluarga Lapor ke Polisi

KS1
Rabu, 3 Juni 2026 | 08:03 WIB
Siswa SMP di Semarang Diduga Jadi Korban Pengeroyokan Kakak Kelas, Keluarga Lapor ke Polisi. (KlikSoloNews/dok)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM – Kasus dugaan kekerasan terhadap pelajar kembali menjadi perhatian publik. Seorang siswa kelas 1 SMP di Kota Semarang diduga menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh sejumlah kakak kelasnya di lingkungan sekolah.

Peristiwa tersebut disebut terjadi pada 30 Maret 2026 dan mencuat ke publik setelah keluarga korban membagikan cerita melalui media sosial. Kasus ini pun memicu keprihatinan masyarakat terkait keamanan dan perlindungan siswa di lingkungan pendidikan.

Berdasarkan informasi yang beredar, korban diduga diajak oleh sejumlah kakak kelas ke kamar mandi sekolah sebelum mengalami tindakan kekerasan secara bergantian.

Keterangan keluarga yang diunggah melalui akun Instagram beritasemaranghariini menyebutkan bahwa korban sempat merahasiakan kejadian tersebut dari orang tuanya karena merasa takut setelah mendapat ancaman dari para pelaku.

Akibat tekanan dan rasa takut, korban memilih memendam kejadian yang dialaminya selama beberapa hari.

Dugaan pengeroyokan mulai terungkap ketika keluarga melihat kondisi korban yang tampak lemas dan tidak seperti biasanya.

Selain itu, orang tua juga menemukan sejumlah memar pada bagian wajah dan tubuh anak mereka. Kecurigaan semakin kuat saat korban meminta izin untuk tidak masuk sekolah karena mengeluhkan sakit.

Menurut pengakuan keluarga, saat itulah korban akhirnya menceritakan kejadian yang dialaminya.

"Kami baru mengetahui setelah anak meminta izin tidak masuk sekolah karena tidak enak badan dan akhirnya mengaku menjadi korban pengeroyokan. Saat kami bertanya ke sekolah, barulah pihak sekolah mengakui adanya kejadian tersebut," ujar orang tua korban.

Keluarga Kecewa Sekolah Tidak Segera Memberi Informasi

Keluarga korban mengaku kecewa karena pihak sekolah diduga telah mengetahui adanya insiden tersebut lebih awal, namun tidak segera menyampaikan informasi kepada orang tua.

Mereka menilai keterbukaan informasi sangat penting, terutama ketika menyangkut keselamatan dan kondisi kesehatan peserta didik.

Hingga kini, pihak keluarga masih berharap kasus tersebut dapat ditangani secara serius dan transparan.

Untuk mendukung proses hukum, keluarga korban telah melakukan visum dan pemeriksaan medis guna mendokumentasikan luka yang dialami korban.

Kasus ini juga telah dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Semarang. Berdasarkan informasi yang beredar, laporan tersebut telah masuk sejak April 2026 dan saat ini masih dalam proses penanganan.

Belum ada keterangan resmi mengenai hasil penyelidikan maupun status hukum pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.(KS01)

Tags

Terkini