nasional

Evaluasi Haji 2026: Menhaj Akui Belum Puas dengan Layanan Mina, Menhaj Siapkan Perbaikan Haji Tahun Depan

KS1
Senin, 1 Juni 2026 | 10:00 WIB
Evaluasi Haji 2026: Menhaj Akui Belum Puas dengan Layanan Mina, Menhaj Siapkan Perbaikan Haji Tahun Depan. (KlikSoloNews/dok Kemenhaj)

MAKKAH, KLIKSOLONEWS.COM – Menteri Haji dan Umrah RI, Moch Irfan Yusuf, menegaskan bahwa evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 2026 akan difokuskan pada dua aspek utama, yakni peningkatan layanan jemaah di Mina serta penguatan istithaah kesehatan.

Pernyataan tersebut disampaikan Menhaj saat ditemui tim Media Center Haji di Kantor Daker Makkah, Minggu (31/5/2026).

Menurutnya, kedua aspek tersebut menjadi perhatian utama untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan jemaah pada musim haji mendatang.

Meski pelaksanaan ibadah haji tahun ini dinilai berjalan relatif baik, Menhaj mengakui masih terdapat sejumlah catatan yang perlu mendapat perhatian serius dalam evaluasi.

Salah satu fokus evaluasi adalah pelayanan jemaah di Mina yang hingga kini masih menghadapi berbagai tantangan. Keterbatasan ruang di kawasan Mina menjadi persoalan yang terus muncul seiring meningkatnya jumlah jemaah haji setiap tahun.

Menhaj mengaku belum sepenuhnya puas dengan pelaksanaan layanan di Mina pada musim haji tahun ini. Karena itu, pemerintah akan melakukan kajian lebih mendalam terkait pengaturan pergerakan jemaah dan peningkatan kualitas layanan di kawasan tersebut.

"Jujur untuk Mina kemarin saya jauh dari puas, sehingga tahun depan harus kami cermati lagi bagaimana pergerakan di Mina," ujarnya.

Menurutnya, pembenahan sistem pelayanan dan mobilitas jemaah di Mina menjadi langkah penting agar pelaksanaan ibadah dapat berlangsung lebih nyaman dan aman.

Penguatan Istithaah Kesehatan Jemaah

Selain layanan di Mina, Menhaj juga menyoroti pentingnya penguatan istithaah kesehatan bagi calon jemaah haji. Ia menyebut kesehatan harus menjadi faktor utama dalam menentukan kelayakan seseorang untuk berangkat menunaikan ibadah haji.

Meski angka jemaah wafat pada musim haji 2026 dilaporkan menurun hampir 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya, masih ditemukan sejumlah jemaah yang sesampainya di Arab Saudi langsung membutuhkan perawatan medis di rumah sakit.

Menurut Menhaj, kondisi tersebut menunjukkan perlunya peningkatan standar pemeriksaan dan pembinaan kesehatan sebelum keberangkatan.

"Kami tidak bicara usia, tapi bicara kesehatan. Tahun ini ada yang usianya lebih dari 100 tahun dan tetap bisa berangkat karena sehat," tegasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa faktor usia bukanlah ukuran utama dalam penentuan istithaah, melainkan kondisi kesehatan yang memungkinkan jemaah menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik.

Sebagai langkah perbaikan, Kementerian Haji dan Umrah berencana mendorong pembinaan kesehatan calon jemaah dilakukan lebih awal.

Program tersebut akan dipadukan dengan kegiatan manasik haji sehingga calon jemaah dapat mempersiapkan diri secara fisik maupun spiritual.

Menhaj mengungkapkan sejumlah daerah bahkan telah mulai mengumpulkan calon jemaah haji tahun berikutnya untuk mendapatkan pembinaan dan edukasi terkait pentingnya menjaga kesehatan sebelum keberangkatan.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan jemaah Indonesia sehingga risiko gangguan kesehatan selama berada di Tanah Suci dapat ditekan semaksimal mungkin.

Dengan evaluasi yang berfokus pada layanan Mina dan penguatan istithaah kesehatan, pemerintah berharap penyelenggaraan ibadah haji tahun depan dapat berlangsung lebih baik, aman, dan nyaman bagi seluruh jemaah Indonesia. (KS01)

Tags

Terkini