nasional

Aksi Penganiayaan di Gatsu Bukan Klitih, Polisi Ungkap Kronologi Kejadian

KS1
Rabu, 20 Mei 2026 | 22:05 WIB
Kasihumas Polresta Surakarta, AKP Lingga Ramadhani, Aksi Penganiayaan di Gatsu Bukan Klitih, Polisi Ungkap Kronologi Kejadian. (KlikSoloNews/Adhirajasa)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Viral di media sosial kasus dugaan klitih yang terjadi di kawasan Jalan Gatot Subroto (Gatsu), Kota Solo, akhirnya mendapat penjelasan resmi dari Polresta Surakarta.


Polisi menegaskan peristiwa tersebut bukan aksi klitih seperti yang ramai diperbincangkan masyarakat.


Kasihumas Polresta Surakarta, AKP Lingga Ramadhani, mengatakan kejadian itu terjadi pada Jumat (15/5/2026) sekitar pukul 03.15 WIB dini hari.


Menurut hasil penyelidikan sementara, insiden bermula di kawasan simpang Pasar Mbeling sebelum berlanjut hingga dekat Matahari Singosaren di Jalan Gatot Subroto, Solo.


“Berdasarkan keterangan korban, sekitar pukul 03.15 WIB korban berjalan dari arah utara menuju selatan. Saat berada di simpang Pasar Mbeling, korban berpapasan dengan pelaku yang datang dari arah barat menuju utara,” ujar AKP Lingga kepada awak media saat ditemui di Mapolresta Surakarta, Rabu (20/5/2026).


AKP Lingga menjelaskan, pelaku yang mengendarai sepeda motor saat itu hendak berbelok ke arah utara. Namun, pelaku mengambil jalur terlalu melebar hingga hampir menyebabkan kecelakaan dengan korban.


Kondisi tersebut memicu ketegangan di antara keduanya. Korban dan pelaku disebut sempat saling menoleh sebelum akhirnya pelaku mengejar korban hingga kawasan Matahari Singosaren di Jalan Gatot Subroto.


“Pada saat bersamaan, korban dan pelaku sempat saling menoleh. Setelah itu pelaku kemudian mengejar korban,” lanjutnya.


Saat pengejaran berlangsung, pelaku diduga mengetok helm korban menggunakan celurit kecil sebanyak dua kali. Pelaku kemudian menyayatkan senjata tajam tersebut ke arah korban hingga mengenai paha kanan.


"Akibat kejadian itu, korban mengalami luka cukup serius dan harus mendapatkan 10 jahitan dan dirawat jalan di rumah sakit," kata Lingga.



Polisi Lakukan Penyelidikan


Usai kejadian, korban langsung melapor ke Polsek Serengan. Laporan tersebut ditindaklanjuti bersama Satreskrim Polresta Surakarta untuk memburu pelaku.


Selain meminta keterangan sejumlah saksi, polisi juga mendalami kemungkinan adanya rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.


AKP Lingga menegaskan narasi yang berkembang di media sosial terkait aksi klitih perlu diluruskan.


Berdasarkan pendalaman sementara, insiden dipicu adanya percekcokan atau kesalahpahaman antara korban dan pelaku sebelum aksi penganiayaan terjadi.

Halaman:

Tags

Terkini