nasional

Ujian Ketat, Sistem Error: Seleksi Manajer Koperasi Desa Merah Putih Picu Kontroversi

KS1
Kamis, 7 Mei 2026 | 14:30 WIB
Ujian Ketat, Sistem Error: Seleksi Manajer Koperasi Desa Merah Putih Picu Kontroversi. (KlikSoloNews/dok)

BANDAR LAMPUNG, KLIKSLONEWS.COM – Pelaksanaan ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT) dalam seleksi Manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih menuai sejumlah keluhan dari peserta.

Gangguan teknis yang terjadi saat ujian berlangsung disebut mengganggu konsentrasi dan berpotensi memengaruhi hasil akhir peserta.

Dalam beberapa rekaman video yang beredar, peserta mengaku sistem ujian sering mengalami kendala tepat saat mereka sedang memilih jawaban. Kondisi ini membuat banyak peserta merasa dirugikan karena waktu pengerjaan yang sangat terbatas.

Masalah teknis dilaporkan muncul sejak awal pelaksanaan tes. Peserta menyebut sistem terkadang lambat merespons, bahkan terdapat kasus jawaban yang berubah sendiri setelah dipilih.

Ujian tersebut terdiri dari tujuh subtes dengan jumlah soal berkisar antara 20 hingga 50 butir per sesi. Namun, waktu pengerjaan yang diberikan hanya sekitar 7 menit per sesi, sehingga peserta harus berpacu dengan waktu secara ketat.

Kondisi ini dinilai semakin memperburuk situasi ketika gangguan sistem terjadi di tengah pengerjaan soal.

Sejumlah peserta menilai kombinasi antara waktu yang sangat singkat dan gangguan teknis membuat ujian tidak berjalan optimal. Mereka menilai hal tersebut berdampak langsung pada performa dan ketenangan saat mengerjakan soal.

“Saat sedang memilih jawaban, sistem kadang delay atau kembali berubah sendiri. Ini sangat mengganggu,” demikian keluhan salah satu peserta dalam rekaman yang beredar.

Hasil Ujian Diumumkan Lewat YouTube

Usai pelaksanaan, hasil ujian diumumkan secara langsung melalui platform YouTube. Namun, pengumuman tersebut turut memicu pertanyaan di kalangan peserta.

Dari ratusan peserta pada sesi ketiga, disebutkan hanya kurang dari 10 orang yang berhasil mencapai nilai ambang batas 110.

Angka kelulusan yang sangat rendah ini menimbulkan diskusi terkait standar penilaian dan kondisi pelaksanaan ujian.

Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai kualitas sistem CAT yang digunakan serta transparansi dalam proses seleksi. Peserta berharap adanya evaluasi menyeluruh agar pelaksanaan seleksi berikutnya dapat berjalan lebih adil, stabil, dan akuntabel.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi lebih lanjut terkait dugaan gangguan teknis tersebut maupun evaluasi dari pihak penyelenggara.(ks01)

Tags

Terkini