nasional

Mensos Gus Ipul Klarifikasi Anggaran Sepatu Sekolah Rakyat Rp27 Miliar, Tegaskan Masih Tahap Perencanaan

KS1
Rabu, 6 Mei 2026 | 09:30 WIB
Mensos Gus Ipul Klarifikasi Anggaran Sepatu Sekolah Rakyat Rp27 Miliar, Tegaskan Masih Tahap Perencanaan. (KlikSoloNews/dok AI)

SURABAYA, KLIKSOLONEWS.COM– Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memberikan klarifikasi terkait polemik anggaran pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat yang mencapai Rp27 miliar.

Isu ini sempat menjadi sorotan publik karena muncul dugaan harga satu pasang sepatu mencapai Rp700 ribu.

Gus Ipul menegaskan angka tersebut masih bersifat perencanaan awal dan belum menjadi harga final dalam proses pengadaan.

“Jadi setiap anggaran itu direncanakan dulu. Nanti ada proses pengadaan melalui lelang terbuka, dan biasanya hasil akhirnya lebih rendah dari perencanaan,” ujarnya saat meninjau pembangunan Sekolah Rakyat Kedung Cowek, Surabaya, Minggu (3/5/2026).

Ia menjelaskan bahwa mekanisme pengadaan barang dan jasa di Kementerian Sosial akan dilakukan secara transparan melalui sistem lelang terbuka.

Hal ini bertujuan untuk memastikan harga yang diperoleh lebih efisien dan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Kalau sekarang disebut Rp700 ribu, nanti hasil akhirnya bisa jauh di bawah itu,” tegasnya.

Larang Intervensi dan Titipan

Gus Ipul juga menekankan pentingnya integritas dalam pelaksanaan program sosial tersebut. Ia telah menginstruksikan seluruh pihak yang terlibat dalam pengadaan untuk menjaga transparansi dan tidak melakukan penyimpangan.

“Saya sudah minta kepada semua pihak yang bertanggung jawab agar tidak main-main, tidak ada penyimpangan dalam pelaksanaan program ini,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan seluruh proses pengadaan di lingkungan Kementerian Sosial RI harus bebas dari intervensi pihak manapun.

“Tidak boleh ada lobi, tidak boleh ada titipan, tidak boleh ada rekayasa dalam proses pengadaan. Ini bukan hanya untuk Sekolah Rakyat, tapi seluruh program di Kementerian Sosial,” tegas Gus Ipul.

Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

Pemerintah memastikan bahwa seluruh pengadaan dalam program tersebut akan diawasi secara ketat agar tepat sasaran dan efisien.(ks01)

Tags

Terkini