JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM - PT Global Digital Niaga Tbk atau Blibli menghadirkan inisiatif “JEDA 10 Detik” sebagai bagian dari social experiment untuk mendorong masyarakat agar tidak reaktif dalam merespons informasi, baik di dunia digital maupun kehidupan sehari-hari.
Program yang didukung Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Bank Indonesia, serta Asosiasi E-commerce Indonesia ini memperkenalkan konsep JEDA (Jangan Reaktif, Evaluasi, Double-check, Ambil keputusan dengan tenang).
Eksperimen yang berlangsung pada 19 Februari hingga 31 Maret 2026 ini melibatkan lebih dari 158.000 masyarakat Indonesia. Hasilnya, sebanyak 7 dari 10 partisipan mengaku merasa lebih tenang setelah melakukan jeda selama 10 detik sebelum merespons sesuatu.
Inisiatif ini hadir melalui microsite jeda10detik.com yang dirancang sebagai ruang “micro-pause” untuk membantu pengguna mengendalikan respons impulsif.
Di tengah tingginya intensitas interaksi digital, masyarakat kerap bereaksi cepat tanpa verifikasi. Data menunjukkan tingginya kasus penipuan digital, sehingga kebiasaan berpikir sebelum bertindak menjadi semakin penting.
Pendekatan JEDA dinilai sebagai langkah sederhana namun efektif untuk meningkatkan literasi digital dan perlindungan konsumen.
Psikolog Irma Agustina menjelaskan bahwa jeda singkat dapat membantu menenangkan pikiran dan memberi ruang refleksi sebelum mengambil keputusan.
Beberapa cara sederhana untuk melakukan JEDA antara lain:
- Menarik napas dalam beberapa kali
- Menutup mata sejenak
- Melakukan peregangan ringan
Langkah ini dinilai mampu menurunkan respons impulsif dan meningkatkan kejernihan berpikir.
10 Temuan Menarik dari JEDA 10 Detik
Blibli juga mengungkap sejumlah insight menarik dari eksperimen ini, di antaranya:
- Konten clickbait masih efektif menarik perhatian
- Generasi usia 65+ lebih responsif dibanding Gen Z
- Baik pria maupun wanita sama-sama rentan impulsif
- Kota besar seperti Jakarta mencatat respons tertinggi
- Jam sibuk justru menjadi waktu paling rentan impulsif
- Momen libur dan Ramadan memicu lonjakan aktivitas digital
- Aktivitas sederhana lebih efektif menahan impuls
- Pendekatan mindful memberi dampak ketenangan lebih terasa
- Mayoritas pengguna merasa lebih rileks setelah JEDA
- Keputusan yang lebih baik bisa dimulai hanya dari 10 detik
Pemerintah dan regulator menilai inisiatif ini relevan dalam memperkuat literasi digital masyarakat.
Pendekatan JEDA juga sejalan dengan kampanye konsumen cerdas yang mendorong masyarakat untuk lebih kritis sebelum bertransaksi, terutama di era digital yang penuh risiko penipuan.
Blibli menegaskan bahwa membangun ekosistem digital yang aman tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga kebiasaan pengguna.
Dengan membiasakan JEDA 10 detik sebelum bereaksi, masyarakat diharapkan dapat mengambil keputusan yang lebih bijak, aman, dan terukur. (KS01)