nasional

Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur: 15 Tewas, Menteri AHY Pastikan Evaluasi Total Sistem Transportasi

KS1
Rabu, 29 April 2026 | 15:30 WIB
Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur: 15 Tewas, Menteri AHY Pastikan Evaluasi Total Sistem Transportasi. (KlikSoloNews/dok X AHY)

BEKASI, KLIKSOLONEWS.COM – Pemerintah memastikan penanganan maksimal pasca insiden kecelakaan kereta api antara KA Bromo Anggrek dan KRL TM 6024 di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam (27/4/2026).

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menyampaikan duka mendalam atas tragedi tersebut yang menewaskan 15 penumpang dan melukai 88 lainnya.

“Atas nama pribadi dan pemerintah, saya menyampaikan duka cita mendalam bagi para korban. Semoga para korban mendapatkan tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan,” ujarnya.

AHY menegaskan pemerintah saat ini memprioritaskan tiga langkah utama, yakni penanganan medis korban, evakuasi, serta pemulihan jalur kereta.

Seluruh korban disebut telah berhasil dievakuasi dari gerbong terdampak sejak malam kejadian. Sementara itu, tim di lapangan terus bekerja untuk mempercepat normalisasi jalur KRL.

“Kami memastikan korban luka mendapatkan perawatan maksimal, serta proses recovery jalur berjalan cepat agar operasional kembali normal,” jelasnya.

Pemerintah juga telah meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan investigasi secara transparan terkait penyebab kecelakaan.

Tim investigator KNKT telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan teknis, operasional, hingga prosedur keselamatan yang diterapkan.

Investigasi ini diharapkan menghasilkan rekomendasi penting guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Arahan Presiden Prabowo Evaluasi Total

AHY menegaskan insiden ini menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem transportasi nasional, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah akan mempercepat pembangunan infrastruktur keselamatan, terutama di perlintasan sebidang yang rawan kecelakaan.

“Kami akan mendorong percepatan pembangunan flyover dan underpass serta penguatan sistem pengamanan di titik-titik strategis,” tegasnya.

-
Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur: 15 Tewas, Menteri AHY Pastikan Evaluasi Total Sistem Transportasi. (KlikSoloNews/dok X AHY)

Menanggapi usulan Menteri PPPA, Arifah Fauzi, terkait penempatan gerbong khusus perempuan di tengah rangkaian, AHY menekankan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas bagi seluruh penumpang tanpa membedakan gender.

“Laki-laki dan perempuan sama saja, tidak boleh menjadi korban dalam insiden apa pun. Fokus kita adalah menciptakan sistem transportasi yang aman dan nyaman,” ujarnya di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).

Pemerintah memastikan akan terus mengawal pembenahan sistem transportasi publik, mulai dari teknologi, tata kelola, hingga respons darurat.

Langkah ini tidak hanya difokuskan di wilayah Bekasi dan Jabodetabek, tetapi juga diterapkan secara nasional guna meningkatkan keselamatan transportasi di seluruh Indonesia.

Kecelakaan ini menjadi pengingat penting bahwa keselamatan publik adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar.(KS01)

Tags

Terkini