nasional

BGN Gelontorkan Rp1,2 Triliun untuk Digitalisasi Program Makan Bergizi Gratis, Fokus Sistem Absensi IoT

KS1
Selasa, 28 April 2026 | 11:00 WIB
BGN Gelontorkan Rp1,2 Triliun untuk Digitalisasi Program Makan Bergizi Gratis, Fokus Sistem Absensi IoT. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM - Badan Gizi Nasional (BGN) menetapkan anggaran sebesar Rp1,2 triliun untuk mendukung digitalisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).


Dana tersebut difokuskan pada pengembangan sistem teknologi guna meningkatkan akurasi dan transparansi distribusi makanan bergizi di Indonesia.


Anggaran besar ini digunakan untuk membangun Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional (SIPGN) serta layanan berbasis Internet of Things (IoT) yang dikelola oleh Perum Peruri.


Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan sistem absensi digital menjadi salah satu fokus utama dalam implementasi program ini.


"Tujuannya adalah memastikan distribusi makanan bergizi tepat sasaran dan dapat dipantau secara real time," terangnya.


"Tanpa sistem digital tersebut, distribusi pangan berisiko tidak akurat serta sulit diawasi secara menyeluruh," tambahnya.


Namun, besarnya alokasi dana untuk sektor teknologi ini turut menuai sorotan. Sejumlah pihak menilai bahwa anggaran seharusnya dapat lebih besar diarahkan langsung pada pengadaan pangan untuk penerima manfaat.


Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menegaskan tidak ada dana nasabah perbankan yang digunakan untuk mendanai program MBG. OJK memastikan dana perbankan tetap aman dan tidak dapat dialihkan secara sepihak untuk program pemerintah.


BGN sendiri menekankan bahwa penggunaan teknologi dalam program MBG merupakan langkah strategis untuk meningkatkan akuntabilitas, transparansi, serta memastikan hak anak terhadap gizi seimbang dapat terpenuhi secara optimal.


Dengan sistem berbasis SIPGN dan IoT ini, pemerintah berharap distribusi makanan bergizi dapat lebih terukur, efisien, dan minim penyimpangan di lapangan.(ks01)

Tags

Terkini