nasional

Viral! Daycare di Sorosutan Yogyakarta Digerebek, Anak Diduga Diikat dan Diperlakukan Tidak Manusiawi

KS1
Minggu, 26 April 2026 | 00:33 WIB
Viral! Daycare di Sorosutan Yogyakarta Digerebek, Anak Diduga Diikat dan Diperlakukan Tidak Manusiawi. (KlikSoloNews/dok)

YOGYAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Kasus dugaan kekerasan terhadap anak kembali mencuat setelah aparat kepolisian menggerebek sebuah tempat penitipan anak (daycare) di kawasan Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

Penggerebekan ini mengungkap fakta mengejutkan terkait perlakuan tidak manusiawi terhadap anak-anak yang dititipkan di lokasi tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian, mengungkapkan  petugas menemukan kondisi anak-anak yang memprihatinkan saat melakukan penggerebekan.

“Petugas kami melihat langsung ada anak yang diperlakukan tidak manusiawi, seperti kaki dan tangan yang diikat,” ujarnya saat ditemui di Mapolresta Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026).

Penggerebekan daycare bernama Little Aresha ini dilakukan setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait dugaan penganiayaan dan perlakuan diskriminatif terhadap anak-anak.

Awalnya, pihak kepolisian sempat mengalami kendala dalam mengumpulkan bukti dan keterangan.

Namun, setelah kasus ini viral di media sosial, sejumlah orang tua korban mulai berani melapor dan memberikan kesaksian.

Dalam operasi yang berlangsung sejak Jumat malam hingga Sabtu sore, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Yogyakarta berhasil mengamankan sekitar 30 orang. Mereka terdiri dari pengasuh hingga pihak yayasan yang menaungi daycare tersebut.

“Sekitar 30 orang masih menjalani pemeriksaan intensif. Setelah pendalaman selesai, kami akan melakukan gelar perkara untuk menentukan tersangka,” jelas Rizky Adrian.

Terungkap dari Video Viral

Kasus ini semakin menjadi perhatian publik setelah beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan dugaan kekerasan terhadap anak-anak di daycare tersebut.

Salah satu orang tua korban, Aldewa, mengaku baru mengetahui kejadian tersebut setelah melihat video yang viral. Ia sebelumnya sempat mencurigai adanya kejanggalan saat melihat luka lebam di tubuh anaknya.

“Saya baru tahu dari video yang beredar. Sebelumnya sempat lihat ada lebam di kaki anak saya, tapi kami kira hanya karena jatuh,” ungkapnya.

Saat ini, pihak kepolisian masih terus mengumpulkan bukti dan mendalami kasus dugaan kekerasan serta penelantaran anak tersebut. Polisi memastikan akan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti terlibat.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi para orang tua untuk lebih selektif dalam memilih tempat penitipan anak, serta meningkatkan pengawasan terhadap kondisi dan keselamatan anak.(ks01)

Tags

Terkini