JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi sorotan publik setelah diketahui mengalokasikan anggaran sebesar Rp5,7 miliar untuk penyewaan lisensi aplikasi Zoom selama periode April hingga Desember 2026.
Jika dihitung, anggaran tersebut setara dengan sekitar Rp633 juta per bulan. Angka ini memicu perhatian luas karena dinilai tidak sebanding dengan harga layanan Zoom pada umumnya di pasar.
Sebagai perbandingan, layanan Zoom versi Pro hanya berkisar sekitar Rp226 ribu per bulan, sementara paket Bisnis berada di angka sekitar Rp249 ribu per bulan.
Informasi mengenai pengadaan tersebut juga ramai beredar di media sosial. Dalam unggahan yang dikutip Jumat (24/4/2026), disebutkan bahwa BGN menganggarkan Rp5,7 miliar untuk kebutuhan sewa Zoom selama sembilan bulan.
“Kepala BGN anggarkan Rp5,7 M untuk sewa Zoom selama 9 bulan, kisaran capai Rp633 juta per bulan,” tulis keterangan unggahan tersebut.
Unggahan itu sontak menuai beragam reaksi dari warganet. Banyak yang mempertanyakan efektivitas dan transparansi penggunaan anggaran tersebut.
“Yang miskin ternyata bukan kita rakyat kecil, tapi para pejabat ini,” tulis salah satu netizen.
“Amburadul pemakaian uang rakyat,” komentar netizen lainnya.
“Sungguh nekat, di saat efisiensi anggaran digencarkan, malah ada pemborosan seperti ini,” timpal warganet lain.
Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi lebih lanjut dari pihak BGN terkait rincian penggunaan anggaran tersebut, termasuk alasan tingginya biaya sewa layanan Zoom.
Sorotan publik ini menambah daftar perhatian terhadap efektivitas belanja anggaran pemerintah, terutama dalam penggunaan layanan digital di instansi negara.(KS01)