nasional

Prabowo Subianto Fokuskan Program MBG untuk Anak Kurang Mampu dan Berisiko Stunting

KS1
Jumat, 17 April 2026 | 12:00 WIB
Prabowo Subianto Fokuskan Program MBG untuk Anak Kurang Mampu dan Berisiko Stunting. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Presiden Prabowo Subianto mengarahkan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) difokuskan kepada anak-anak yang mengalami kekurangan gizi serta berasal dari keluarga kurang mampu.

Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas program sekaligus menekan potensi pemborosan anggaran negara.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia, Eko Prasojo, menilai pendekatan berbasis kebutuhan akan membuat program lebih tepat sasaran.

Menurutnya, fokus pada kelompok yang benar-benar membutuhkan dapat meminimalisasi makanan terbuang serta memastikan tujuan utama program tercapai, yakni menekan angka stunting.

“Pendekatan ini penting untuk mencegah pemborosan anggaran dan memastikan manfaat MBG benar-benar dirasakan anak-anak yang membutuhkan,” ujar Eko, Selasa (14/4/2026).

Eko menjelaskan, perubahan dari pendekatan universal menjadi lebih terarah akan memberikan kejelasan target penerima manfaat.

Dengan demikian, bantuan gizi dapat disalurkan secara optimal kepada kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus.

Ia juga menekankan pentingnya penggunaan data akurat hingga tingkat wilayah terkecil seperti desa dan kelurahan. Data tersebut dinilai krusial agar penyaluran program tidak meleset dari sasaran.

Selain itu, sinergi antara Badan Gizi Nasional (BGN) dengan pemerintah daerah juga menjadi faktor penting. Keterlibatan dinas pendidikan dan pihak sekolah diperlukan untuk memastikan implementasi berjalan efektif.

Beberapa daerah seperti Surabaya dan Sumedang disebut telah memiliki basis data keluarga miskin dan anak stunting yang cukup valid untuk mendukung program tersebut.

BGN Tegaskan MBG Tidak Wajib untuk Semua

Sementara itu, Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, menegaskan bahwa program MBG tidak bersifat wajib bagi seluruh siswa.

“Program ini tidak boleh dipaksakan. MBG harus difokuskan kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan perbaikan gizi,” jelasnya.

Ia menambahkan, pendekatan berbasis kebutuhan menjadi kunci utama agar program berjalan efektif dan memberikan dampak nyata. Untuk itu, BGN juga telah menyiapkan tim khusus guna memperkuat pengawasan dan evaluasi pelaksanaan program ke depan.

Dengan strategi yang lebih terarah, pemerintah berharap program MBG dapat menjadi solusi konkret dalam mengatasi persoalan gizi sekaligus menurunkan angka stunting di Indonesia.

Pendekatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas generasi masa depan melalui intervensi gizi yang lebih tepat dan berkelanjutan.(KS01)

Tags

Terkini