nasional

WFH Tiap Jumat Bukan Libur! Meutya Hafid Tegaskan: Layanan Publik Tak Boleh Terganggu

KS1
Rabu, 8 April 2026 | 16:30 WIB
WFH Tiap Jumat Bukan Libur! Meutya Hafid Tegaskan: Layanan Publik Tak Boleh Terganggu. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM - Menteri Komdigi, Meutya Hafid menegaskan kebijakan WFH setiap Jumat tidak boleh mengurangi kualitas layanan publik dan produktivitas kerja.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa kebijakan Work From Home (WFH) setiap Jumat tidak boleh mengganggu kualitas maupun kecepatan layanan publik.


Kebijakan WFH yang mulai diterapkan sejak 1 April 2026 ini merupakan bagian dari transformasi budaya kerja pemerintah dalam meningkatkan efisiensi serta pemanfaatan teknologi digital.


“WFH ini bukan hari libur tambahan. Tidak boleh mengurangi efektivitas, tidak boleh mengurangi produktivitas, dan juga tidak boleh mengganggu kecepatan pelayanan dari kementerian,” tegas Meutya dalam Apel Pagi di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).


Ia menekankan bahwa perubahan pola kerja harus diimbangi dengan kinerja yang tetap terukur dan profesional.


Menurutnya, kebijakan ini juga bertujuan menekan mobilitas serta meningkatkan efisiensi operasional, termasuk pembatasan perjalanan dinas dan penggunaan kendaraan operasional.


Selain itu, anggaran yang dihemat dapat dialihkan untuk mendukung program prioritas nasional.


Sebagai kementerian yang memimpin transformasi digital, Kemkomdigi diharapkan menjadi contoh dalam penerapan pola kerja fleksibel berbasis teknologi.


“Kita justru harus menjadi contoh utama bahwa bekerja secara daring tetap dapat memberikan hasil yang maksimal dan terukur,” ujarnya.


Meutya juga mengingatkan pentingnya menjaga disiplin kerja di tengah tantangan global yang semakin kompleks.


Ia meminta seluruh pegawai untuk tetap fokus, produktif, dan meningkatkan kolaborasi antar lini.


“Kita harus tetap fokus, tetap tenang, tetap produktif, dan saling bahu-membahu. Yang dihadapi dunia saat ini bukan hal yang mudah,” katanya.


Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang solid serta komunikasi internal yang selaras agar kebijakan WFH dapat berjalan efektif di seluruh organisasi.


“Tidak boleh ada perbedaan semangat antara pimpinan dan jajaran. Jika itu terjadi, kita akan kesulitan,” tegasnya. (KS01)

Tags

Terkini