nasional

VIRAL! Pemuda di Ngawi Diserang Konvoi Silat di Depan Ibu, Pelaku bak Ayam Sayur saat Diciduk Polisi

KS1
Selasa, 7 April 2026 | 09:30 WIB
VIRAL! Pemuda di Ngawi Diserang Konvoi Silat di Depan Ibu, Pelaku bak Ayam Sayur saat Diciduk Polisi. (KlikSoloNews/dok)

NGAWI, KLIKSOLONEWS.COM - Aksi pengeroyokan pemuda di Ngawi viral di media sosial. Korban diserang rombongan konvoi silat saat membonceng ibunya. Polisi telah mengamankan sejumlah pelaku.

Sosial media kembali dihebohkan  aksi kekerasan yang melibatkan oknum anggota perguruan silat. Seorang pemuda di Ngawi menjadi korban pengeroyokan brutal saat tengah membonceng ibunya pulang dari acara halalbihalal.

Peristiwa memilukan tersebut terjadi di depan Pasar Kerten, wilayah Jambangan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, pada Minggu (5/4/2026).

Korban yang baru saja menghadiri kegiatan internal perguruan silat harus menerima serangan secara tiba-tiba dari rombongan konvoi kelompok lain.

Menurut informasi yang beredar, kejadian bermula saat korban pulang dari acara halal bihalal di Lapangan Jambangan. Dalam perjalanan, ia berpapasan dengan rombongan konvoi pesilat dari kelompok berbeda.

Diduga, gesekan dipicu oleh perbedaan atribut organisasi yang dikenakan korban. Tanpa banyak bicara, rombongan tersebut langsung menghadang dan melakukan pengeroyokan di sekitar Pasar Kerten.

Yang membuat peristiwa ini semakin memprihatinkan, aksi kekerasan itu terjadi di depan sang ibu yang saat itu sedang dibonceng korban. Ia hanya bisa menyaksikan anaknya menjadi sasaran amukan massa tanpa mampu memberikan pertolongan.

Tak berselang lama, video pengeroyokan tersebut viral di berbagai platform media sosial dan menuai kecaman luas dari masyarakat.

Aparat kepolisian pun bergerak cepat. Sejumlah pelaku yang terlibat dalam aksi pengeroyokan berhasil diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Menariknya, sikap para pelaku berubah drastis setelah ditangkap. Jika sebelumnya terlihat garang dan arogan saat melakukan aksi di jalan, dalam dokumentasi penangkapan mereka justru tampak tertunduk lesu dengan ekspresi memelas.

Narasi yang beredar di media sosial menyebutkan bentrokan terjadi antara rombongan pesilat dari dua kelompok berbeda usai acara halalbihalal di wilayah Jambangan.

Peristiwa ini memicu reaksi keras dari warganet. Banyak yang menyayangkan tindakan brutal tersebut karena dinilai mencoreng nilai-nilai luhur pencak silat yang seharusnya menjunjung tinggi sportivitas dan persaudaraan.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami motif kejadian serta peran masing-masing pelaku. Masyarakat pun berharap adanya tindakan tegas agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan keamanan di jalan raya tetap terjaga.(ks01)

Tags

Terkini