nasional

Bulog Surakarta Percepat Penyerapan Gabah 2026, Stok Beras Solo Raya Dipastikan Aman

KS1
Senin, 30 Maret 2026 | 08:00 WIB
Bulog Surakarta Percepat Penyerapan Gabah 2026, Stok Beras Solo Raya Dipastikan Aman. (KlikSoloNews/dok)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM — Perum Bulog Kantor Cabang Surakarta terus menggencarkan penyerapan gabah dan beras selama puncak musim panen pertama tahun 2026.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus memastikan ketersediaan stok beras di wilayah Solo Raya tetap aman.

Program penyerapan ini mencakup sejumlah daerah seperti Surakarta, Klaten, Boyolali, Karanganyar, Sukoharjo, Wonogiri, hingga Sragen. Sepanjang tahun 2026, Bulog Surakarta ditargetkan mampu menyerap 93.750 ton setara beras.

Hingga Maret 2026, realisasi penyerapan telah mencapai 29.523 ton atau sekitar 31,5 persen dari total target. Capaian ini menunjukkan tren positif seiring meningkatnya intensitas panen di berbagai wilayah.

Pemimpin Cabang Bulog Surakarta, Nanang Harianto, mengungkapkan bahwa penyerapan telah dimulai sejak pertengahan Januari 2026, saat panen mulai berlangsung di sejumlah titik. Memasuki Februari, panen semakin meluas dan merata di Solo Raya.

“Kami melakukan penyerapan langsung ke petani, gabungan kelompok tani, serta bekerja sama dengan penggilingan setempat dengan harga Rp6.500 per kilogram untuk Gabah Kering Panen. Harga ini cukup kompetitif dan mampu menutup biaya produksi petani,” jelasnya.

Menurutnya, kehadiran Bulog memberikan jaminan harga minimum di tingkat petani, sehingga mereka tidak dirugikan saat panen raya. Bahkan, harga tersebut berpotensi meningkat tergantung kondisi pasar.

Selain itu, keberhasilan penyerapan juga didukung oleh kolaborasi antara Bulog, pemerintah daerah, Babinsa, serta penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang aktif mendampingi petani di lapangan.

Saat ini, stok beras yang dikuasai Bulog Surakarta mencapai sekitar 76.000 ton setara beras. Persediaan tersebut tersimpan di sembilan gudang induk dan sepuluh gudang sewa yang tersebar di berbagai wilayah Solo Raya.

“Stok ini akan terus bertambah seiring penyerapan yang masih berjalan. Masyarakat tidak perlu khawatir karena ketersediaan beras di Solo Raya dalam kondisi aman dan mencukupi,” tegas Nanang.

Tak hanya fokus pada petani, Bulog juga menjalankan tugas menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen melalui program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan). Pada tahun 2026, target penyaluran SPHP mencapai 19.663 ton.

Selain itu, program bantuan pangan untuk periode Februari hingga Maret 2026 juga disalurkan sebanyak 17.472 ton guna membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.

Dengan strategi penyerapan yang agresif dan distribusi yang terencana, Bulog Surakarta memastikan keseimbangan antara kesejahteraan petani dan stabilitas harga beras bagi masyarakat tetap terjaga selama musim panen berlangsung.(KS01)

Tags

Terkini