nasional

Cek Tanggul Jebol di Pekalongan, Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan dan Normalisasi Sungai Bremi

KS1
Jumat, 27 Maret 2026 | 10:30 WIB
Cek Tanggul Jebol di Pekalongan, Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan dan Normalisasi Sungai Bremi. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)

KOTA PEKALONGAN, KLIKSOLONEWS.COM – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turun langsung meninjau tanggul jebol di Sungai Bremi, Kamis (26/3/2026). Ia memastikan penanganan darurat hingga normalisasi sungai dilakukan secara cepat dan terpadu.


Tanggul Sungai Bremi yang berada di perbatasan Kota dan Kabupaten Pekalongan dilaporkan jebol sepanjang sekitar 15–20 meter akibat tingginya debit air usai hujan deras.


Dalam kunjungan tersebut, Ahmad Luthfi didampingi Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, Wakil Wali Kota Balgis Diab, serta Plt Bupati Pekalongan Sukirman.


Menurut Ahmad Luthfi, lokasi tanggul yang berada di dua wilayah administrasi membuat penanganan harus dilakukan secara bersama-sama oleh pemerintah kota, kabupaten, dan provinsi.


“Wilayah ini berbatasan antara kota dan kabupaten, sehingga penanganannya harus kolaboratif dan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.


Luapan air dari Sungai Bremi diketahui telah merendam area persawahan di Pasirsari (Kota Pekalongan) dan Tegaldowo (Kabupaten Pekalongan). Bahkan, air mulai masuk ke permukiman warga di Kelurahan Pasirkratonkramat.


Tim gabungan dari BPBD Kota dan Kabupaten Pekalongan bersama TNI-Polri serta BPBD Provinsi Jawa Tengah langsung melakukan langkah cepat. Penanganan darurat meliputi pemasangan trucuk kayu, sandbag, serta penyedotan air dari kawasan terdampak.


Ahmad Luthfi menegaskan penanganan tanggul darurat harus segera rampung, terutama menjelang arus balik Lebaran.


“Saya minta ini segera selesai. Masyarakat tidak boleh terdampak, apalagi menjelang Idulfitri. Ini panggilan jiwa bagi kita semua,” tegasnya.


Selain penanganan darurat, pemerintah juga telah menyiapkan solusi jangka panjang melalui program normalisasi Sungai Bremi. Proyek ini akan dilakukan secara menyeluruh, dimulai dari wilayah muara.


Normalisasi tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko banjir yang selama ini kerap melanda wilayah Pekalongan.


“Normalisasi menjadi solusi permanen agar banjir bisa diminimalisir ke depan,” jelas Ahmad Luthfi.


Sebagai bentuk respons cepat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan bantuan senilai Rp134,9 juta kepada masyarakat terdampak. Bantuan mencakup logistik kebutuhan pokok, beras, obat-obatan, hingga perlengkapan sekolah.


Penyaluran bantuan dilakukan melalui pemerintah kelurahan untuk memastikan tepat sasaran, termasuk mendukung kelompok usaha bersama (KUBE).

Halaman:

Tags

Terkini