JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menutup sementara operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setelah ditemukan sejumlah pelanggaran teknis dan standar operasional.
Keputusan tersebut disampaikan Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, usai tim melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi dapur yang viral di media sosial.
Menurut Nanik, hasil inspeksi menunjukkan adanya ketidaksesuaian pada tata letak dapur serta sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
“Kebetulan setelah dicek dapurnya ternyata layout-nya salah dan IPAL-nya tidak benar, jadi kita suspend,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (24/3/2026).
Penutupan sementara ini juga dipicu oleh beredarnya video viral yang memperlihatkan seorang pria, yang disebut sebagai mitra pengelola SPPG, berjoget di area dapur.
Dalam video tersebut, pria itu terlihat berada di ruangan berlogo BGN hingga masuk ke area dapur tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD). Aksi tersebut dinilai melanggar standar higienitas dan keamanan pangan.
BGN menilai perilaku tersebut tidak mencerminkan profesionalitas dalam pengelolaan dapur program MBG yang seharusnya mengedepankan kebersihan dan keamanan.
“Kami sangat menyayangkan dan kecewa dengan sikap mitra yang demikian,” tegas Nanik.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BGN telah mengambil langkah tegas dengan memberikan teguran langsung kepada pihak pengelola dapur.
Nanik menyebut, pihaknya telah menugaskan Direktur Pemantauan dan Pengawasan untuk menemui yang bersangkutan.
“Sudah bertemu dan sudah ditegur keras,” katanya.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya penegakan disiplin serta menjaga kualitas layanan dalam program MBG yang menyasar masyarakat luas.
Selain soal perilaku, BGN juga menyoroti kondisi fisik dapur yang belum memenuhi standar operasional. Beberapa temuan utama meliputi tata letak (layout) dapur yang tidak sesuai standar, sistem IPAL yang tidak memenuhi ketentuan, dan potensi risiko terhadap higienitas makanan.
Hal ini dinilai berpotensi memengaruhi kualitas makanan yang disajikan kepada penerima manfaat program.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu inisiatif strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, sehingga standar operasional menjadi hal yang tidak bisa ditawar.
Evaluasi Menyeluruh Program MBG
Kasus ini menjadi perhatian serius bagi BGN karena menyangkut kepercayaan publik terhadap program MBG.
Sebagai langkah lanjutan, BGN menegaskan akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap seluruh SPPG di berbagai daerah.
Tujuannya adalah memastikan setiap dapur yang beroperasi benar-benar memenuhi standar yang telah ditetapkan, baik dari sisi teknis, higienitas, maupun tata kelola.
BGN juga mengingatkan seluruh mitra pengelola untuk menjalankan operasional secara profesional dan mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku.
Dengan adanya penutupan sementara ini, BGN ingin memastikan bahwa kualitas layanan program MBG tetap terjaga.
Pemerintah menegaskan tidak akan mentoleransi pelanggaran yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat, terutama terkait keamanan pangan.
Langkah tegas ini diharapkan menjadi peringatan bagi seluruh pengelola dapur MBG agar lebih disiplin dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya. (ks01)