nasional

Prabowo Ungkap Alasan Indonesia Gabung Dewan Perdamaian dan Teken Perjanjian Tarif dengan AS

KS1
Jumat, 6 Maret 2026 | 15:00 WIB
Prabowo Ungkap Alasan Indonesia Gabung Dewan Perdamaian dan Teken Perjanjian Tarif dengan AS. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan alasan di balik keputusan Indonesia bergabung dengan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) sekaligus menandatangani perjanjian tarif dengan Amerika Serikat (AS).

Penjelasan tersebut disampaikan saat acara buka puasa bersama organisasi masyarakat Islam di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026).

Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid mengatakan, Presiden menyampaikan penjelasan tersebut untuk meluruskan berbagai prasangka yang berkembang di tengah publik. Salah satunya anggapan bahwa perjanjian tarif dengan Amerika Serikat tidak memberikan keuntungan bagi Indonesia.

Menurut Nusron, dalam pertemuan tersebut Presiden memaparkan kondisi global yang tengah dihadapi dunia, termasuk potensi dampak konflik di Timur Tengah yang bisa memengaruhi stabilitas ekonomi Indonesia.

“Diskusinya Presiden menjelaskan bagaimana kondisi global, kenapa Indonesia masuk BoP, serta bagaimana mengantisipasi dampak perang Iran. Jangan sampai perang Iran berdampak terhadap krisis di dalam negeri, baik krisis pangan maupun krisis energi,” kata Nusron.

Selain itu, Prabowo juga menjelaskan alasan Indonesia menyepakati Agreement Reciprocal Trade (ART) atau perjanjian tarif timbal balik dengan Amerika Serikat.

Menurut Nusron, jika Indonesia tidak menandatangani kesepakatan tersebut, maka produk-produk Indonesia yang masuk ke pasar Amerika akan dikenakan tarif tinggi hingga 32 persen.

“Kalau kita kena tarif tinggi 32 persen, berarti produk-produk Indonesia di Amerika akan lebih mahal 32 persen. Karena itu supaya produk Indonesia tetap kompetitif di Amerika, itulah latar belakang kenapa Indonesia menerima ART,” ujarnya.

Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, pemerintah juga melakukan penyesuaian dalam sumber impor sejumlah komoditas strategis.

Nusron menjelaskan, impor bahan bakar minyak (BBM) yang sebelumnya berasal dari beberapa negara seperti Gabon, Nigeria, dan negara-negara Timur Tengah kini sebagian dialihkan dari Amerika Serikat.

Selain itu, impor kedelai yang sebelumnya didatangkan dari Brasil dan Argentina juga mulai dialihkan dari Amerika Serikat.

Langkah tersebut, menurut Nusron, dilakukan sebagai bagian dari strategi perdagangan untuk menekan tarif ekspor Indonesia ke Amerika Serikat.

“Selama ini impor BBM dari Gabon, Nigeria, dan Timur Tengah, dipindahkan sebagian dari Amerika. Kemudian kedelai yang selama ini dari Brasil dan Argentina juga dipindahkan dari Amerika untuk mengurangi tarif dari Amerika ke Indonesia,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh kebijakan tersebut telah dijelaskan langsung oleh Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut.

“Intinya kebijakan itu adalah win-win solution bagi kedua negara,” pungkas Nusron.(ks01)

Tags

Terkini