nasional

Kapolresta Surakarta Imbau Tak Ada Takbir Keliling, Ajak Warga Makmurkan Masjid

KS1
Selasa, 3 Maret 2026 | 16:00 WIB
Kapolresta Surakarta Imbau Tak Ada Takbir Keliling, Ajak Warga Makmurkan Masjid. (KlikSoloNews/Adhirajasa)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, mengimbau masyarakat untuk tidak menggelar takbir keliling di jalan raya pada malam Idulfitri 1447 H/2026.

Kapolresta Surakarta menekankan agar kegiatan takbiran dipusatkan di masjid atau musala lingkungan masing-masing guna menjaga kekhusyukan ibadah dan ketertiban lalu lintas.

Menurutnya, suasana Lebaran akan lebih terasa jika masyarakat memakmurkan masjid di kampung sendiri dibandingkan melakukan konvoi di jalan raya.

“Untuk takbir keliling kami harapkan tidak dilaksanakan. Lebih baik memakmurkan masjid yang ada di kampung-kampung, sehingga nuansa takbiran dan Lebaran itu lebih terasa di lingkungan masyarakat,” ujar Catur Cahyono, Selasa (3/3/2026).

Kapolresta menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai elemen, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan Majelis Tafsir Al-Qur'an (MTA).

Langkah ini dilakukan mengingat Kota Surakarta diprediksi menjadi magnet pemudik dan wisatawan selama libur panjang Idulfitri 2026. Kepadatan lalu lintas berpotensi terjadi apabila takbir keliling tetap digelar di jalan utama.

Selain fokus pada malam takbiran, hasil Rapat Koordinasi Lintas Sektoral (Rakor Linsek) juga mematangkan pengamanan hari besar keagamaan lainnya, yakni Hari Raya Nyepi pada 19 Maret serta rangkaian Paskah yang dimulai 29 Maret 2026.

Sejumlah posko strategis telah disiapkan, antara lain:

  • Pos Terpadu di Terminal Tirtonadi

  • Pos Pelayanan di Benteng Vastenburg

  • Pos Pengamanan di kawasan Waroka dan Jurug


Personel kepolisian akan disiagakan untuk mengatur arus kendaraan dan melakukan rekayasa lalu lintas guna mencegah kemacetan total.

“Jawa Tengah merupakan tujuan mudik maupun tempat wisata. Kota Surakarta ini sudah beberapa kali mengalami kepadatan jalur. Tetapi dengan kepadatan itu kita tetap hadir untuk melakukan rekayasa jalan,” tegasnya.

Terkait keamanan rumah yang ditinggalkan pemudik, Kapolresta mewajibkan warga melapor kepada Ketua RT setempat sebelum bepergian.

Data rumah kosong tersebut dinilai penting agar patroli yang dilakukan Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Linmas bisa lebih terarah dan efektif.

“Yang akan meninggalkan rumah harus lapor ke Ketua RT sehingga aparat tahu rumah mana yang kosong. Koordinasi ini penting agar patroli bisa berdasarkan data yang jelas,” ujarnya.

Seluruh rangkaian pengamanan Idulfitri 1447 H akan dikemas dalam Operasi Ketupat Candi 2026 yang dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 26 Maret 2026.

Dengan langkah preventif dan preemtif ini, Polresta Surakarta berharap perayaan Idulfitri, Nyepi, dan Paskah dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif di Kota Solo.(KS01)

Tags

Terkini