nasional

Viral! Program MBG Lebih Terbuka, Harga Nasi hingga Susu Dicantumkan

KS1
Jumat, 27 Februari 2026 | 14:30 WIB
Viral! Program MBG Lebih Terbuka, Harga Nasi hingga Susu Dicantumkan. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM - Setelah berbagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah daerah menerima beragam ulasan masyarakat terkait menu Makan Bergizi Gratis (MBG), kini muncul langkah transparansi baru yang mulai diterapkan di lapangan.

Dikutip dari SPPG Panyalindungan, pihaknya menyampaikan telah menerima arahan dari Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sonjaya. Arahan tersebut meminta agar setiap menu atau item makanan dalam program MBG dilengkapi dengan label harga.

Kebijakan pencantuman label harga ini bertujuan untuk mencegah kesalahpahaman publik terhadap besaran anggaran yang dialokasikan Badan Gizi Nasional (BGN) maupun dapur penyedia makanan.

Dengan adanya rincian harga pada setiap item—misalnya nasi, lauk, sayur, buah, dan susu—masyarakat dapat melihat secara langsung komposisi biaya dalam satu paket MBG yang diterima siswa.

Langkah ini dinilai penting mengingat sebelumnya muncul berbagai komentar di media sosial terkait kualitas, variasi, hingga nilai ekonomis menu yang disajikan.

Sejumlah SPPG Sudah Terapkan Label Harga

Berdasarkan pantauan di lapangan dan unggahan orang tua siswa di media sosial, sejumlah SPPG di beberapa wilayah telah mulai menerapkan kebijakan tersebut.

Dalam dokumentasi yang beredar, paket MBG yang diterima siswa tampak dilengkapi dengan rincian harga pada masing-masing item makanan. Transparansi ini memberi gambaran lebih jelas mengenai pembagian anggaran dalam satu porsi makan bergizi.

Pencantuman label harga dipandang sebagai bentuk keterbukaan sekaligus akuntabilitas pengelolaan dana publik. Program MBG yang menyasar pemenuhan gizi anak sekolah memang menjadi perhatian luas masyarakat, sehingga transparansi menjadi aspek krusial.

Dengan adanya rincian harga, publik diharapkan dapat memahami struktur biaya setiap paket MBG, mengurangi spekulasi atau asumsi negatif, dan meningkatkan kepercayaan terhadap pengelolaan program.

Langkah ini juga dinilai sebagai respons cepat terhadap dinamika opini publik, sekaligus komitmen pemerintah dalam menjalankan program berbasis gizi secara terbuka dan bertanggung jawab.

Ke depan, penerapan label harga diharapkan bisa menjadi standar di seluruh SPPG agar transparansi program MBG semakin merata di berbagai daerah.(KS01)

Tags

Terkini