nasional

Dugaan Aksi Intimidasi Debt Collector di Waduk Cengklik Boyolali, Korban Ngaku Diadang dan Diteror di Jalan

KS1
Jumat, 27 Februari 2026 | 09:45 WIB
Dugaan Aksi Intimidasi Debt Collector di Waduk Cengklik Boyolali, Korban Ngaku Diadang dan Diteror di Jalan. (KlikSoloNews/dok)

BOYOLALI, KLIKSOLONEWS.COM - Sebuah insiden dugaan aksi intimidasi yang dilakukan oknum debt collector terjadi di wilayah Kabupaten Boyolali.

Dugaan aksi intimidasi debt collector tersebut dilaporkan berlangsung di kawasan Waduk Cengklik dan kini menjadi perhatian publik setelah kronologi kejadian diungkap oleh korban.

Kronologi dugaan pengadangan debt collector di Waduk Cengklik, menurut pengakuan korban, insiden bermula saat dirinya dalam perjalanan pulang dari rumah sakit di Solo bersama sang ibu yang telah berusia sekitar 70 tahun.

Ketika melintas di area Waduk Cengklik, mobil yang dikendarainya tiba-tiba disalip Toyota Avanza berwarna putih.

Mobil tersebut kemudian menghentikan laju kendaraan korban. Dari dalam Avanza, keluar empat pria yang langsung menghampiri mobil korban sambil membawa surat dan meminta untuk memeriksa dokumen kendaraan.

Korban mengaku diminta untuk menepi. Namun karena merasa tidak aman dan khawatir dengan situasi tersebut, ia menolak permintaan itu.

Empat Pria Diduga Masuk ke Dalam Mobil Korban

Situasi disebut semakin memanas ketika beberapa pria tersebut diduga membuka pintu belakang mobil korban dan masuk ke dalam kendaraan. Mereka duduk di jok belakang sambil terus memaksa korban untuk menepikan mobilnya.

Di kursi depan, ibu korban yang lanjut usia menyaksikan kejadian tersebut dan disebut mengalami kepanikan hebat. Dalam tekanan dan suasana tidak kondusif, mobil korban hanya melaju sangat pelan, sekitar 5 kilometer per jam.

Korban juga menyebut mobil Avanza sempat berhenti dan mundur hingga mengenai bumper kendaraannya.

Setelah itu, para pria kembali turun dan diduga berusaha merebut kunci mobil korban. Aksi saling tarik kunci pun tak terhindarkan, sementara sang ibu berteriak histeris melihat perlakuan terhadap anaknya.

Insiden tersebut sempat menyebabkan kemacetan karena posisi kendaraan korban berada di tengah jalan.

Dalam kondisi lalu lintas tersendat, para pria yang sebelumnya berada di jok belakang akhirnya turun, kembali ke mobil, dan sebagian disebut beralih menggunakan sepeda motor meninggalkan lokasi menuju arah Bangak.

Sementara itu, korban melanjutkan perjalanan ke arah berbeda sesuai rute pulangnya. Korban mengaku telah menawarkan penyelesaian secara baik-baik dengan mendatangi polsek terdekat atau menyelesaikan persoalan di rumahnya. Namun tawaran tersebut disebut tidak mendapat respons dari para pria tersebut.(ks01)

Tags

Terkini