nasional

Menperin Agus Gumiwang: Indonesia Mampu Produksi 1 Juta Mobil Pickup per Tahun

KS1
Rabu, 25 Februari 2026 | 13:00 WIB
Menperin Agus Gumiwang: Indonesia Mampu Produksi 1 Juta Mobil Pickup per Tahun. (KlikSoloNews/dok AI)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa Indonesia telah mampu memproduksi mobil pickup secara mandiri dengan kapasitas mencapai 1 juta unit per tahun.

Kemampuan produksi tersebut ditopang oleh berbagai produsen otomotif dalam negeri, sehingga kebutuhan kendaraan pickup nasional dinilai dapat dipenuhi tanpa bergantung pada impor. Langkah ini sekaligus memperkuat daya saing industri otomotif Indonesia di pasar global.

“Dengan kapasitas tersebut, industri kendaraan pickup nasional dinilai mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus memperkuat daya saing industri otomotif Indonesia di tingkat global,” ujar Agus dalam keterangan tertulis, Rabu (25/2/2026).

Menurut Kementerian Perindustrian, pemenuhan kebutuhan mobil pickup dari produksi dalam negeri memberikan dampak ekonomi yang signifikan.

Beberapa dampak positif tersebut antara lain peningkatan nilai tambah industri otomotif nasional, penguatan rantai pasok industri dalam negeri, penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar, dan meningkatkan kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB.

Dengan kapasitas produksi hingga 1 juta unit per tahun, Indonesia dinilai memiliki fondasi industri yang kuat untuk mendukung kebutuhan kendaraan niaga ringan, khususnya pickup 4x2 yang banyak digunakan di sektor UMKM, pertanian, logistik, dan konstruksi.

Pickup 4x2 Lokal Dinilai Kompetitif dan Andal

Meski Indonesia saat ini belum memproduksi kendaraan pickup berpenggerak empat roda (4x4) untuk medan ekstrem, kualitas pickup 4x2 buatan lokal dinilai sudah sangat kompetitif.

Selain efisien dari sisi konsumsi bahan bakar, kendaraan pickup produksi dalam negeri juga dinilai sesuai dengan kondisi infrastruktur di berbagai wilayah Indonesia.

Pemerintah pun terus mendorong pelaku industri otomotif untuk menjaga keberlangsungan usaha di tengah berbagai tantangan global.

“Kami terus mengajak pelaku industri otomotif agar menjaga keberlangsungan usaha sekaligus mempertahankan tenaga kerja, sehingga tidak terjadi pemutusan hubungan kerja di tengah tantangan industri yang ada,” pungkas Agus.

Dengan kemampuan produksi besar dan dukungan ekosistem industri yang semakin matang, Indonesia berpeluang menjadi basis produksi kendaraan niaga ringan di kawasan Asia Tenggara.

Kemandirian produksi mobil pickup ini diharapkan tidak hanya memenuhi pasar domestik, tetapi juga mendorong ekspor kendaraan buatan Indonesia ke berbagai negara(ks01)

Tags

Terkini