nasional

Operasi Keselamatan Candi 2026 Resmi Berakhir, Polda Jateng Dorong Budaya Tertib Lalu Lintas Berlanjut hingga Mudik Lebaran

KS1
Minggu, 15 Februari 2026 | 23:19 WIB
Operasi Keselamatan Candi 2026 Resmi Berakhir, Polda Jateng Dorong Budaya Tertib Lalu Lintas Berlanjut hingga Mudik Lebaran. (KlikSolonews/dok)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM - Polda Jawa Tengah resmi menutup Operasi Keselamatan Candi 2026 pada Minggu (15/2/2026) pukul 24.00 WIB.

Operasi yang berlangsung selama 14 hari ini mendapat respons positif dari masyarakat, dengan peningkatan kepatuhan berlalu lintas di sejumlah titik pantauan.

Penutupan operasi disampaikan di Mapolda Jateng, Semarang. Kepolisian berharap budaya tertib lalu lintas yang mulai terbentuk selama operasi dapat terus berlanjut, terutama menjelang arus mudik Lebaran 1447 Hijriah.

Kabid Humas Polda Jateng, Artanto, menegaskan keberhasilan operasi tidak semata diukur dari jumlah penindakan pelanggaran, melainkan dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.

“Hari ini Operasi Keselamatan Candi 2026 resmi ditutup. Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh warga Jawa Tengah yang telah menunjukkan komitmen untuk tertib berlalu lintas. Keselamatan Anda adalah prioritas kami,” ujar Kombes Pol Artanto.

Selama dua pekan pelaksanaan, jajaran kepolisian mengedepankan pendekatan edukatif dan humanis. Berbagai kegiatan digelar, mulai dari edukasi lalu lintas ke sekolah-sekolah melalui program Dikmas Lantas, dialog simpatik dengan pengemudi di rest area, hingga layanan kesehatan bagi para sopir dan pekerja transportasi.

Tren Kepatuhan Meningkat, Pelanggaran Didominasi Usia Produktif

Berdasarkan data rekapitulasi hingga hari terakhir operasi, tercatat puluhan ribu pelanggaran lalu lintas, yang sebagian besar dilakukan oleh pengendara usia produktif. Meski demikian, terdapat tren positif pada peningkatan penggunaan helm berstandar SNI serta penurunan pelanggaran melawan arus di beberapa wilayah pengawasan.

Polda Jateng menyadari bahwa perubahan perilaku tidak bisa terjadi secara instan. Namun, operasi ini dinilai sebagai langkah awal dalam membangun budaya disiplin dan pendidikan karakter berlalu lintas, khususnya bagi generasi muda.

“Kami berupaya meletakkan pondasi pendidikan karakter dan disiplin berlalu lintas, terutama bagi generasi muda yang merupakan investasi masa depan bangsa,” tambah Artanto.

Dengan berakhirnya Operasi Keselamatan Candi 2026, Polda Jateng kini bersiap menghadapi tantangan berikutnya, yakni pengamanan bulan suci Ramadan dan arus mudik Lebaran 1447 H.

Kepolisian menegaskan bahwa kelancaran dan keselamatan arus mudik serta arus balik sangat bergantung pada tingkat disiplin masyarakat di jalan raya.

“Disiplin jangan kendur. Jangan tertib hanya karena ada petugas atau saat operasi berlangsung. Mari kita jadikan Jawa Tengah sebagai contoh wilayah yang beradab dan selamat di jalan raya,” pungkasnya.(ks01)

Tags

Terkini