nasional

Enam Alat Berat Operasional, Penanganan Sampah di TPA Putri Cempo Solo Kembali Normal

KS1
Kamis, 12 Februari 2026 | 14:15 WIB
Enam Alat Berat Operasional, Penanganan Sampah di TPA Putri Cempo Solo Kembali Normal. (KlikSoloNews/dok)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - Pengelolaan sampah di TPA Putri Cempo, Solo, kini berangsur normal setelah enam alat berat beroperasi secara optimal. Antrean truk sampah yang sebelumnya sempat mengular panjang, kini berhasil terurai dan kembali dalam kondisi terkendali.


Kepala UPTD Pengelolaan TPA Putri Cempo, Edy Suparmanto, menyampaikan bahwa kendala teknis yang sempat menghambat proses pengolahan telah teratasi berkat tambahan armada alat berat.


“Alhamdulillah pada Selasa kemarin kita mendapatkan bantuan alat berat dari Balai Besar Bengawan Solo, DPU Kota Surakarta, serta satu alat sewa. Terjadi peningkatan signifikan sehingga antrean bisa lebih terurai,” ujarnya saat ditemui di TPA Putri Cempo, Kamis (12/2/2026).


Selain dari Balai Besar Bengawan Solo dan DPU Surakarta, bantuan juga datang dari BPBD Boyolali. Penambahan dua unit ekskavator membantu mempercepat penanganan area dumping di Blok D.


Dengan pembukaan jalur yang lebih luas dan maksimal, antrean truk kini jauh lebih terkendali. Meski masih terjadi penumpukan pada pagi hari akibat kedatangan armada secara bersamaan, kondisi tersebut dinilai masih dalam batas normal.


“Siang hari antrean berada di kisaran 200 meter dekat area timbangan. Itu sudah menjadi kenormalan di hari biasa,” jelas Edy.


Optimalisasi enam alat berat ini menjadi solusi cepat untuk memperlancar arus kendaraan pengangkut sampah sekaligus mempercepat proses penataan area landfill.


-


Sebelumnya, Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, turun langsung meninjau permasalahan di TPA Putri Cempo pada Selasa (10/2/2026).


Kunjungan tersebut dilakukan bersama Dandim, Wakapolresta, serta jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memastikan solusi cepat diterapkan.


Respati menegaskan pentingnya pembukaan kembali jalur masuk armada pengangkut sampah serta penataan ulang Blok D melalui metode cut and fill.


“Kita sediakan tiga ekskavator dan beberapa doser untuk membuka jalur kembali. Selanjutnya akan kita lakukan pendalaman untuk penataan Blok D dan beberapa blok lainnya di Putri Cempo,” terang Respati.


Selain penanganan teknis, Pemkot Surakarta juga menyoroti persoalan utama yang menyebabkan gangguan pengelolaan, yakni sampah rumah tangga yang masih tercampur.


Respati menjelaskan bahwa mesin pemilah sampah pada fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) PLTSa sering mengalami kerusakan akibat limbah yang tidak dipilah sejak awal.

Halaman:

Tags

Terkini