nasional

Jemari Kecil, Musikal Tuli Pertama di Indonesia Buka Rangkaian Pentas Akhir Pekan Galeri Indonesia Kaya

KS1
Minggu, 1 Februari 2026 | 16:00 WIB
Jemari Kecil, Musikal Tuli Pertama di Indonesia Buka Rangkaian Pentas Akhir Pekan Galeri Indonesia Kaya. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Galeri Indonesia Kaya kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung perkembangan seni pertunjukan Tanah Air dengan menghadirkan rangkaian pementasan akhir pekan sepanjang awal 2026.


Pembuka rangkaian tersebut ditandai dengan pementasan “Jemari Kecil”, teater musikal Tuli pertama di Indonesia yang dipersembahkan oleh komunitas Fantasi Tuli, pada Sabtu (31/1/2026).


Pementasan ini menjadi tonggak penting dalam dunia seni pertunjukan Indonesia karena menghadirkan kolaborasi setara antara seniman


Tuli dan dengar dalam satu panggung. “Jemari Kecil” tidak hanya menyajikan pertunjukan musikal, tetapi juga membuka perspektif baru tentang bagaimana seni dapat dinikmati secara inklusif dan tanpa batas bahasa lisan.


Musikal “Jemari Kecil” mengisahkan perjalanan Mentari, seorang penari Tuli yang kehilangan semangat menari setelah kepergian sang ayah, seorang musisi.


Dalam proses pencarian jati diri dan kecintaannya pada seni, Mentari bertemu dengan Awan, seorang produser musik yang membantunya menemukan kembali makna gerak, ritme, dan ekspresi.


Selama kurang lebih 90 menit, kisah ini disampaikan melalui perpaduan bahasa isyarat, musik, dan teater, menghadirkan pengalaman emosional yang dapat dirasakan lintas latar belakang penonton.


Program Director Galeri Indonesia Kaya, Renitasari Adrian, menyampaikan bahwa pementasan “Jemari Kecil” merupakan wujud nyata komitmen Galeri Indonesia Kaya dalam menghadirkan panggung seni yang inklusif.


“Kolaborasi antara seniman tuli dan dengar ini menunjukkan bahwa seni pertunjukan dapat dihadirkan secara inklusif. Seni menjadi ruang temu, di mana perbedaan bukan menjadi batas, melainkan kekayaan yang saling melengkapi,” ujar Renitasari.


Ia berharap pementasan ini dapat membuka perspektif baru bagi penonton sekaligus memperluas ruang apresiasi terhadap karya-karya yang lahir dari pengalaman dan cara pandang yang beragam.



Fantasi Tuli, Komunitas Musikal Tuli Pertama di Indonesia


Fantasi Tuli dikenal sebagai komunitas musikal Tuli pertama di Indonesia yang secara konsisten menghadirkan karya kolaboratif antara seniman Tuli dan dengar. Komunitas ini juga mencatat sejarah sebagai komunitas Tuli pertama yang menampilkan pertunjukan musikal tunggal di Indonesia.


Pimpinan produksi sekaligus penulis naskah “Jemari Kecil”, Pascal Meliala, bersama Palka Kojansow, menegaskan bahwa proses kreatif pertunjukan ini dibangun secara setara sejak awal.


Kolaborasi dua sutradara, Hasna Mufidah (seniman Tuli) dan Dhea Seto (seniman dengar), menghadirkan pendekatan artistik yang saling melengkapi, baik di atas panggung maupun di balik layar.


“Kata ‘musikal’ dan ‘tuli’ seharusnya tidak berada di kalimat yang sama. Tantangan terbesarnya bukan mengajarkan menari atau musik, melainkan menciptakan cerita yang baik dan menghibur. Dengan akses dan lingkungan yang tepat, semua hal bisa dilakukan,” ungkap Pascal.

Halaman:

Tags

Terkini