nasional

Keluarga Awak ATR 42-500 Asal Karanganyar Menanti Keajaiban di Tengah Pencarian

KS1
Selasa, 20 Januari 2026 | 06:05 WIB
Ayah korban, Supardi (Kliksolonews/dok)

KARANGANYAR, KLIKSOLONEWS.COM – Duka dan harap bercampur di kediaman keluarga Hariadi, awak pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang dilaporkan mengalami insiden dalam penerbangan rute Yogyakarta–Makassar, Sabtu (17/1/2026). Keluarga besar di Perum Puri Kahuripan 3, Desa Jati, Kecamatan Jaten, Karanganyar, terus memanjatkan doa sambil berharap keajaiban di tengah proses pencarian yang masih berlangsung.


Hariadi diketahui bertugas sebagai Flight Operation Officer (FOO) dalam penerbangan tersebut. Di mata keluarga, ia dikenal sebagai sosok bertanggung jawab, penuh perhatian, dan sangat dekat dengan orang tua maupun istrinya.


Ayah korban, Supardi, mengenang percakapan terakhir dengan putra sulungnya pada Kamis malam (15/1/2026), dua hari sebelum kejadian. Dalam komunikasi singkat itu, Hariadi sempat menanyakan kondisi kesehatan ayahnya serta keberadaan sang ibu.


“Waktu itu hanya menanyakan bapaknya sudah sembuh apa belum, lalu menanyakan ibunya di mana. Setelah itu tidak ada komunikasi lagi,” tutur Supardi dengan mata berkaca-kaca, Senin (19/1/2026).


Kedekatan Hariadi juga tercermin dari kebiasaan rutinnya berpamitan sebelum bertugas. Adik ipar korban, Hari Muliana, mengatakan pada Sabtu pagi sekitar pukul 07.00 WIB, Hariadi sempat melakukan panggilan video kepada istrinya, sekitar satu jam sebelum jadwal keberangkatan.


“Beliau memang selalu video call setiap akan bertugas. Pagi itu juga sempat pamitan, bilang mau terbang. Tidak ada firasat apa-apa, semuanya terasa normal,” ungkapnya.


Meski menyadari situasi yang sulit, keluarga masih memegang harapan. Mereka memilih menunggu informasi resmi dari pihak berwenang dengan penuh doa.


“Kami masih berharap ada mukjizat dari Allah. Sekecil apa pun harapannya, kami tetap menunggu kabar resmi,” ujarnya.


Sementara itu, hingga Senin (19/1/2026), keluarga masih menantikan perkembangan terbaru dari Basarnas dan pihak maskapai terkait proses pencarian. Tim dari Polda Jawa Tengah juga telah mendatangi rumah keluarga untuk melakukan pengambilan data antemortem dari ayah korban sebagai bagian dari proses identifikasi. (KS2)

Tags

Terkini