nasional

Dinginkan Suasana, Wapres Gibran Duduk Satu Meja dengan 'Raja Kembar' Keraton Kasunanan Surakarta Purbaya dan Mangkubumi

KS1
Sabtu, 17 Januari 2026 | 06:00 WIB
Dinginkan Suasana, Wapres Gibran Duduk Satu Meja dengan 'Raja Kembar' Keraton Kasunanan Surakarta Purbaya dan Mangkubumi. (KlikSoloNews/Adhirajasa)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, terlihat duduk satu meja bersama dua tokoh yang sama-sama mengklaim sebagai Raja Keraton Surakarta, yakni Pakubuwana XIV Purbaya dan Pakubuwana XIV Mangkubumi, pada Jumat (16/1/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung santai di sebuah warung sate di kawasan Solo, usai Gibran menunaikan Salat Jumat di Masjid Agung Surakarta. Turut hadir dalam kesempatan itu Wali Kota Solo, Respati Ardi, yang ikut berbincang sambil menikmati hidangan sate dan tongseng.

Gibran mengungkapkan, pertemuan tersebut sengaja dilakukan di sela-sela kepulangannya ke Solo untuk menghadiri pernikahan sepupunya, Adinda Istiqfarinna.

Momen tersebut dimanfaatkan untuk bersilaturahmi sekaligus berbincang ringan dengan para tokoh Keraton.

“Setelah menghadiri ijab kabul saudara saya, kami Salat Jumat bersama Mas Wali Kota, Gusti Hangabehi, Gusti Purbaya, dan Gusti Tedjowulan,” ujar Gibran.

Dalam pertemuan tersebut, pembahasan berfokus pada kondisi Kota Solo serta keberlangsungan Keraton Surakarta sebagai kawasan cagar budaya. Gibran berharap semua pihak, baik pemerintah daerah maupun internal Keraton, dapat menjaga suasana kondusif serta merawat aset budaya yang ada.

“Saya titip agar kondusivitas tetap dijaga dan aset-aset budaya yang sudah ada bisa dirawat dengan baik,” kata Gibran.

Ia juga menekankan pentingnya pelestarian nilai-nilai budaya Solo yang selama ini dikenal sebagai kota dengan kekayaan tradisi Jawa.

“Kota Solo ini sangat kaya akan budaya. Itu yang harus kita jaga bersama,” imbuhnya.

Sementara itu, Pakubuwana XIV Purbaya menyebut pertemuan tersebut berlangsung santai tanpa pesan khusus dari Wakil Presiden terkait konflik internal Keraton.

“Ngobrol biasa saja. Kebetulan beliau sudah lama tidak di Solo, jadi suasananya cair,” kata Purbaya.

Ia berharap pertemuan ini dapat menjadi awal kolaborasi yang lebih baik ke depannya.

“Kalau niatnya baik dan kolaborasi terbangun, pasti hasilnya juga baik,” ujarnya.

Di sisi lain, Pakubuwana XIV Mangkubumi memilih tidak memberikan banyak komentar terkait isi pembicaraan.

“Tadi cuma makan sate sama Mas Wapres,” ucapnya singkat.

Sebagai catatan, dualisme kepemimpinan Keraton Surakarta kembali mencuat setelah wafatnya PB XIII Hangabehi. Dua putranya, KGPH Purbaya dan KGPH Hangabehi, masing-masing mengklaim sebagai raja sah, mengulang konflik “raja kembar” yang pernah terjadi pada 2004 lalu.(KS01)

Tags

Terkini