nasional

Pesan Terakhir Syafiq Ridhan Ali Razan Pendaki Hilang di Gunung Slamet

KS1
Rabu, 14 Januari 2026 | 17:26 WIB
Proses pencarian Syafiq Ridhan Ali Razan di Gunung Slamet. Pesan Terakhir Syafiq Ridhan Ali Razan Pendaki Hilang di Gunung Slamet. (KlikSoloNews/dok)

PEMALANG, KLIKSOLONEWS.COM -  Operasi pencarian terhadap pendaki asal Kota Magelang, Jawa Tengah, Syafiq Ridhan Razan (18), yang dilaporkan hilang di kawasan Gunung Slamet, resmi berakhir pada Rabu (7/1/2026).

Hingga hari terakhir pelaksanaan, tim SAR gabungan belum berhasil menemukan keberadaan korban.

Namun, berita terbaru pada Rabu (14/1/2026), Syafiq Ridhan Ali Razan berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Syafiq Ridhan Ali Razan  sebelumnya dilaporkan hilang di Gunung Slamet, Jawa Tengah.

Syafiq ditemukan di daerah lereng puncak sebelah selatan antara jalur Gunung Malang dan Baturaden dalam kondisi meninggal dunia, Rabu (14/1/26).

Syafiq, yang akrab disapa Ali, dilaporkan tidak kembali sejak melakukan pendakian melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, pada Sabtu malam (27/12/2025) sekitar pukul 23.00 WIB.

Sejak laporan hilang diterima, upaya pencarian intensif dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur.

Di tengah berakhirnya operasi SAR resmi, pihak keluarga menyatakan telah ikhlas dan pasrah apabila Syafiq nantinya ditemukan dalam kondisi apa pun.

Meski demikian, keluarga menegaskan bahwa upaya pencarian tidak akan berhenti, meskipun status operasi SAR telah ditutup.

Kakak kandung korban, Nafis Ahnaf Rusman, menyampaikan kedua orang tua mereka masih bertahan di basecamp pendakian Gunung Slamet sejak awal proses pencarian dilakukan. Kehadiran orang tua di lokasi menjadi bentuk harapan sekaligus ikhtiar terakhir keluarga.

“Kami sudah ikhlas, apa pun keadaannya. Tapi kami tetap berusaha dan berdoa agar Ali bisa ditemukan,” ujar Nafis.

Sebelum dinyatakan hilang, Syafiq sempat mengirimkan pesan singkat kepada sang ibu saat berada di jalur pendakian. Namun setelah itu, komunikasi terputus dan korban tidak kunjung turun hingga batas waktu yang ditentukan.

Tim SAR gabungan sebelumnya telah melakukan penyisiran di berbagai titik rawan, termasuk jurang, jalur pendakian, serta area hutan lebat di sekitar Gunung Slamet. Kendala medan ekstrem dan cuaca yang berubah cepat menjadi tantangan utama dalam proses pencarian.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya keselamatan dan persiapan matang saat mendaki gunung, termasuk melapor ke petugas basecamp, membawa perlengkapan memadai, serta memperhatikan kondisi cuaca dan fisik. (KS01)

Tags

Terkini