nasional

Polemik Laporan terhadap Pandji Pragiwaksono Mereda, Aliansi Muda Muhammadiyah Buka Peluang Penyelesaian Damai

KS1
Senin, 12 Januari 2026 | 12:00 WIB
Polemik Laporan terhadap Pandji Pragiwaksono Mereda, Aliansi Muda Muhammadiyah Buka Peluang Penyelesaian Damai. (KlikSoloNews/dok Instagram Pandji)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM - Laporan terhadap Pandji Pragiwaksono, komika sekaligus kreator konten, yang sempat disuarakan Aliansi Muda Muhammadiyah (AMM) dan Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (AMNU), kini mulai mereda.

Isu yang sempat mencuat ke ruang publik tersebut sebelumnya menyoroti dugaan penghasutan dan penistaan agama dalam materi pertunjukan drama “Mens Rea” yang tayang di Netflix.

Dalam laporan tersebut, Pandji dicurigai menampilkan materi sensitif yang dinilai berpotensi menyinggung nilai-nilai keagamaan dan nama baik organisasi.

Namun seiring berjalannya waktu, polemik tersebut mulai mengalami penurunan tensi, ditandai dengan munculnya pandangan yang lebih moderat dari para pelapor.

Ketua Aliansi Muda Muhammadiyah, Tumada, menjelaskan bahwa pelaporan terhadap Pandji bermula dari diskusi internal serta kekhawatiran sebagian anggota terhadap konten yang dianggap mengganggu citra organisasi keagamaan.

“Laporan itu lahir dari diskusi internal dan kegelisahan terhadap materi yang kami anggap sensitif,” ujar Tumada.

Namun demikian, Tumada mengakui bahwa dalam perkembangan terbaru, muncul kesadaran bahwa penyelesaian secara damai bisa menjadi opsi yang lebih baik dibandingkan jalur konfrontatif.

Dalam konteks ini, Pimpinan Pusat Muhammadiyah turut memberikan klarifikasi dengan menyatakan bahwa Aliansi Muda Muhammadiyah tidak memiliki status sebagai organisasi resmi di bawah struktur Muhammadiyah.

Menanggapi pernyataan tersebut, Tumada menegaskan pihaknya tidak mempersoalkan sikap PP Muhammadiyah. Ia mengakui bahwa AMM memang tidak berada dalam struktur formal organisasi, meskipun mayoritas anggotanya berasal dari warga Muhammadiyah.

“Kami tidak akan menyalahkan pernyataan PP Muhammadiyah. Secara struktural memang kami bukan bagian resmi, meskipun secara kultural banyak anggota berasal dari Muhammadiyah,” katanya.

Seiring meningkatnya perhatian publik terhadap kasus ini, AMM menyatakan sikap yang lebih longgar dan menegaskan bahwa laporan tersebut tidak dimaksudkan untuk menghukum Pandji Pragiwaksono secara personal.

Pernyataan ini menandai perubahan pendekatan dari konfrontasi menuju dialog, sekaligus membuka ruang penyelesaian yang lebih konstruktif di tengah perbedaan pandangan terkait kebebasan berekspresi dan sensitivitas nilai keagamaan.(KS01)

Tags

Terkini