SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Surakarta mulai melakukan pembenahan ekosistem olahraga melalui penyusunan kalender event olahraga tahunan.
Langkah strategis ini diambil untuk menghindari benturan jadwal kompetisi sekaligus memaksimalkan kontribusi olahraga terhadap perekonomian daerah.
Ketua KONI Kota Surakarta, Her Suprabu, mengungkapkan selama ini penyelenggaraan event olahraga di Solo belum terjadwal secara sistematis. Kondisi tersebut menyebabkan banyak kejuaraan berlangsung bersamaan dalam waktu yang sama.
“Selama ini event olahraga belum tersusun dengan baik. Bahkan dalam satu hari bisa ada tiga hingga lima event yang saling berbenturan,” ujar Her Suprabu, Senin (29/12/2025).
Melalui kalender event olahraga Kota Solo, seluruh agenda pertandingan dan kejuaraan akan dipetakan sejak Januari hingga Desember. Dengan sistem ini, pelaksanaan kegiatan olahraga diharapkan lebih terdistribusi merata sepanjang tahun.
Menurut Her Suprabu, penjadwalan yang rapi tidak hanya penting dari sisi teknis pertandingan, tetapi juga berdampak langsung pada sektor ekonomi.
“Jika event tersebar setiap bulan, dampaknya bisa dirasakan UMKM, hotel, penginapan, hingga sektor jasa secara lebih merata, tidak menumpuk di satu periode saja,” jelasnya.
Perkuat Sport Tourism, Gandeng Dunia Usaha
Selain penataan jadwal, KONI Surakarta juga mendorong pengembangan sport tourism melalui kolaborasi dengan dunia usaha dan sektor swasta. Konsep ini meniru pola yang telah berhasil diterapkan di sejumlah daerah, salah satunya Kota Malang.
Her Suprabu menyebut, beberapa perusahaan di Solo telah menyatakan minat untuk terlibat aktif, tidak hanya sebagai sponsor, tetapi juga penyedia fasilitas olahraga.
“Solo Square misalnya, sedang membangun rooftop yang dirancang untuk event olahraga. Ada juga rencana pengembangan fasilitas basket dan panjat tebing,” ungkapnya.
Ia menegaskan, olahraga ke depan harus menjadi aktivitas yang dapat diakses dan dinikmati masyarakat luas, bukan sekadar tontonan.
Di tengah upaya pembenahan tersebut, KONI Surakarta juga menghadapi tantangan berupa pemangkasan anggaran akibat kebijakan efisiensi APBD. Dampaknya, beberapa program pembinaan terpaksa ditunda.
“Tahun ini ada pemangkasan anggaran. Kami prioritaskan insentif atlet dan persiapan Porprov. Kegiatan lain sementara kami tunda,” kata Her Suprabu.
KONI Solo berharap adanya tambahan alokasi anggaran pada perubahan APBD agar program yang sempat diefisiensikan dapat kembali dijalankan.
Transparansi Keuangan dan Desain Olahraga Daerah
Sebagai langkah pembenahan internal, KONI Surakarta juga menyiapkan sistem informasi keuangan terintegrasi bagi seluruh cabang olahraga (cabor). Sistem ini memungkinkan pengajuan anggaran, pemotongan pajak, hingga laporan pertanggungjawaban dilakukan dalam satu aplikasi.
“Semua proses, dari pengajuan hingga LPJ dan SPJ, ada dalam satu sistem. Ini membuat pengelolaan anggaran lebih transparan,” terangnya.
Tak hanya itu, KONI Surakarta juga tengah menyusun Desain Olahraga Daerah (DOD) sebagai panduan kebijakan olahraga jangka panjang hingga 2026. Dokumen ini akan memetakan cabang olahraga prioritas berdasarkan riset potensi masyarakat serta ketersediaan sarana dan prasarana.
“Hasilnya nanti akan ditetapkan melalui SK bersama Wali Kota. Sejauh ini, Solo menjadi pelopor di Jawa Tengah dalam penyusunan desain olahraga daerah,” pungkas Her Suprabu.
Dengan penataan kalender event, kolaborasi dunia usaha, serta tata kelola yang lebih transparan, KONI Surakarta menargetkan olahraga tidak hanya berprestasi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi dan identitas sport tourism Kota Solo.(KS01)