nasional

Kakorlantas Polri: Fatalitas Kecelakaan Nataru Turun 23,23 Persen, Arus Balik Diprediksi Puncak 4 Januari 2026

KS1
Minggu, 28 Desember 2025 | 12:00 WIB
Kakorlantas Polri: Fatalitas Kecelakaan Nataru Turun 23,23 Persen, Arus Balik Diprediksi Puncak 4 Januari 2026. (KlikSoloNews/dok Tribratanews)

BEKASI, KLIKSOLONEWS.COM – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengungkapkan kabar positif terkait pelaksanaan arus mudik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Berdasarkan hasil evaluasi, angka fatalitas kecelakaan lalu lintas tercatat menurun signifikan hingga 23,23 persen dibandingkan periode sebelumnya.

“Alhamdulillah, kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia mengalami penurunan sebesar 23,23 persen,” ujar Irjen Pol Agus saat memberikan keterangan pers di Command Center KM 29 Cikarang Utara, Bekasi, Jumat (26/12/2025).

Meski angka kecelakaan menurun, Korlantas Polri tetap mengintensifkan berbagai langkah pencegahan. Salah satunya melalui penegakan hukum terhadap kendaraan sumbu tiga atau truk besar yang melanggar ketentuan selama masa libur Nataru.

Irjen Pol Agus menegaskan, kendaraan sumbu tiga dilarang melintas di jalan tol selama kebijakan pembatasan berlaku. Truk besar hanya diperbolehkan melintas di jalan arteri mulai pukul 17.00 hingga dini hari.

“Kami akan melakukan penegakan hukum berupa tilang, teguran, hingga mengeluarkan kendaraan dari jalan tol bagi yang melanggar,” tegasnya.

Ia juga mengimbau para pengusaha angkutan barang untuk menginstruksikan pengemudi agar mematuhi aturan demi keselamatan bersama.

Menurutnya, Operasi Lilin 2025 pada masa Natal dan Tahun Baru merupakan operasi kemanusiaan yang mengedepankan keselamatan pengguna jalan.

Selain evaluasi kecelakaan, Kakorlantas Polri juga memaparkan perkembangan arus mudik Nataru. Hingga Jumat (26/12/2025), sekitar 1,36 juta kendaraan tercatat telah meninggalkan Jakarta.

Jumlah tersebut setara dengan 47 persen dari total proyeksi 2,9 juta kendaraan yang keluar dari Jakarta menuju arah Trans Jawa dan Sumatra. Puncak arus mudik sendiri terjadi pada 24 Desember 2025.

Irjen Pol Agus mengakui sempat terjadi kepadatan di sejumlah kawasan wisata seperti Gadog, Malioboro Yogyakarta, dan Karanganyar, Jawa Tengah. Namun, kondisi tersebut berhasil diantisipasi melalui rekayasa lalu lintas jajaran kepolisian di daerah.

Arus Balik Diprediksi Bergeser ke 4 Januari 2026

Terkait arus balik, Korlantas Polri memprediksi puncaknya akan bergeser ke 4 Januari 2026, dari rencana awal pada 2 Januari. Pergeseran ini dipengaruhi oleh kebijakan work from anywhere (WFA) yang diterapkan pemerintah.

“Dengan adanya kebijakan WFA, terjadi pergeseran arus balik. Kemungkinan puncaknya pada 4 Januari,” jelas Irjen Pol Agus.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Korlantas Polri akan melakukan penebalan personel di sejumlah titik strategis. Diperkirakan sekitar 2,8 juta kendaraan akan kembali menuju Jakarta pada masa arus balik.

Irjen Pol Agus memastikan seluruh pergerakan arus balik dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Sumatra akan dikelola secara terpadu. Berbagai skenario rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way telah disiapkan.

“Jika arus balik terurai antara 2 hingga 4 Januari tentu lebih ringan. Namun apabila puncaknya terjadi pada 4 Januari, kami sudah siap dengan seluruh skenario,” pungkasnya.(ks01)

Tags

Terkini