nasional

BLAIK!! Bukan Cuma Lisa Mariana, KPK Buka Peluang Lebih dari Satu Perempuan Terima Aliran Dana Terkait Ridwan Kamil

KS1
Rabu, 24 Desember 2025 | 09:30 WIB
BLAIK!! Bukan Cuma Lisa Mariana, KPK Buka Peluang Lebih dari Satu Perempuan Terima Aliran Dana Terkait Ridwan Kamil. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM –KPK membuka peluang adanya lebih dari satu perempuan yang diduga menerima aliran dana terkait Ridwan Kamil dalam kasus korupsi pengadaan iklan Bank BJB. Penyidikan masih terus berkembang.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap peluang adanya lebih dari satu perempuan yang diduga menerima aliran dana terkait mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) dalam kasus dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) periode 2021–2023.

Selain selebgram Lisa Mariana (LM), penyidik KPK menduga dana hasil tindak pidana korupsi tersebut juga mengalir ke sejumlah perempuan lain. Dugaan ini masih terus didalami seiring berkembangnya proses penyidikan.

“Mungkin ada. Ini masih terus didalami alirannya ke mana saja,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (23/12/2025).

Meski demikian, KPK belum mengungkap secara rinci identitas maupun jumlah perempuan yang diduga menerima aliran dana tersebut. Budi menegaskan, penyidikan kasus pengadaan iklan Bank BJB masih berjalan dan informasi akan disampaikan secara bertahap kepada publik.

“Kami akan menyampaikan secara berkala dan transparan terkait perkembangan penegakan hukum, khususnya perkara pengadaan iklan di Bank BJB ini,” katanya.

Dalam kasus dugaan korupsi Bank BJB, KPK telah menetapkan lima orang tersangka sejak 13 Maret 2025. Mereka adalah Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi (YR) serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang juga Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank BJB Widi Hartoto (WH).

Selain itu, KPK turut menjerat sejumlah pihak swasta yang diduga berperan sebagai pengendali agensi periklanan. Mereka antara lain Ikin Asikin Dulmanan (IAD) dari Antedja Muliatama dan Cakrawala Kreasi Mandiri, Suhendrik (SUH) dari BSC Advertising dan Wahana Semesta Bandung Ekspress, serta Sophan Jaya Kusuma (SJK) dari Cipta Karya Sukses Bersama.

Akibat praktik korupsi tersebut, penyidik memperkirakan potensi kerugian keuangan negara mencapai sekitar Rp222 miliar.

Sebagai bagian dari pengumpulan alat bukti, KPK juga sempat menggeledah kediaman Ridwan Kamil pada 10 Maret 2025. Dalam penggeledahan tersebut, penyidik menyita sejumlah barang, termasuk sepeda motor dan mobil.

Selanjutnya, pada 2 Desember 2025, Ridwan Kamil memenuhi panggilan KPK untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi pengadaan iklan Bank BJB.

Sebelumnya, Lisa Mariana melalui akun Instagram @lisamarianaaa secara terbuka meminta KPK untuk mengusut tuntas dugaan aliran dana tersebut. Ia meminta agar penyidik tidak hanya memeriksanya, tetapi juga perempuan lain yang diduga turut menerima aliran dana dari RK.

“Tolong diusut tuntas dan dipanggil juga perempuan lain yang sudah di-list menerima aliran dana. Jangan hanya saya saja,” tulis Lisa dalam unggahannya pada 23 September 2025.(KS01)

Tags

Terkini