SOLO, KLIKSOLONEWS.COM — Di tengah ritme kehidupan kota yang semakin cepat, kampanye public relations (PR) Naraksara menghadirkan ruang jeda melalui kegiatan Silent Reading bertajuk “Titik Baca, Turn Places Into Pages”.
Program ini digagas mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Informatika, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan digelar terbuka untuk umum pada Sabtu (20/12/2025) di Lokananta Bloc, Surakarta, mulai pukul 08.45 WIB hingga selesai.
Melalui kegiatan silent reading di ruang publik, Naraksara mengajak masyarakat—yang disebut sebagai Kawan Nara—untuk sejenak melepaskan diri dari gawai dan hiruk pikuk aktivitas harian.
Peserta membawa buku pilihan masing-masing dan mengikuti sesi membaca dalam suasana hening, sebelum kemudian berlanjut ke sharing session untuk bertukar pandangan dan refleksi dari bacaan yang telah dibaca.
Tak hanya membaca bersama, kegiatan Titik Baca Naraksara juga menghadirkan agenda making bookmark sebagai ruang ekspresi kreatif.
Aktivitas ini menjadi pelengkap yang memperkuat suasana kebersamaan, sekaligus menghadirkan pengalaman literasi yang lebih beragam dalam atmosfer santai dan terbuka.
Suasana reflektif semakin terasa saat sesi berbagi pengalaman membaca. Salah satu peserta, Rina, membagikan kisahnya membaca novel Re: dan Perempuan karya Maman Suherman yang ditandatangani langsung oleh penulisnya.
Dengan suara bergetar, Rina mengungkapkan novel tersebut membuka wawasannya tentang sisi kemanusiaan yang kerap luput dari sorotan, termasuk kisah perempuan korban perdagangan manusia.
Menurut Rina, pesan utama dalam buku tersebut menekankan pentingnya memandang manusia dengan empati, bukan penghakiman. Setiap individu, katanya, memiliki hak atas harapan, pengampunan, dan kemanusiaan.
Momen tersebut membuat suasana Silent Reading Titik Baca menjadi semakin intim dan emosional, sekaligus menunjukkan bagaimana sebuah buku mampu menyentuh pengalaman personal pembacanya dan membangun empati kolektif.
Sebagai bentuk kampanye PR berbasis pengalaman, Naraksara tidak hanya menyampaikan pesan tentang pentingnya budaya literasi, tetapi juga menghadirkan interaksi langsung yang bermakna.
Pemanfaatan ruang publik di Kota Solo menjadi strategi untuk mendekatkan aktivitas membaca dengan kehidupan sehari-hari, khususnya di kalangan generasi muda.
Setelah acara berakhir, para peserta juga mendapatkan snack dan merchandise sebagai kenang-kenangan.
Melalui kegiatan Titik Baca, Naraksara berupaya membangun kesadaran bahwa membaca adalah aktivitas yang wajar, inklusif, dan dapat dilakukan siapa saja di ruang publik.
Kampanye ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang suportif dan aman bagi masyarakat untuk mengekspresikan minat literasi secara terbuka. (ks01)