nasional

Revitalisasi Pabrik Garmen di Pemalang Serap 1.500 Tenaga Kerja, Harapan Baru Pekerja Lama

KS1
Sabtu, 20 Desember 2025 | 13:00 WIB
Revitalisasi Pabrik Garmen di Pemalang Serap 1.500 Tenaga Kerja, Harapan Baru Pekerja Lama (Kliksolonews/dok)








PEMALANG, KLIKSOLONEWS.COM — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendampingi Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komisaris Jenderal Polisi Dedi Prasetyo dalam peresmian kembali operasional pabrik garmen di Kabupaten Pemalang, Jumat (19/12/2025). Revitalisasi pabrik yang dimotori PT Wong Hang Bersaudara bersama PT Akarsa Garment ini menandai bangkitnya kembali sektor industri padat karya sekaligus membuka harapan baru bagi ratusan pekerja yang sempat kehilangan mata pencaharian.


Pabrik yang berlokasi di Jalan Lingkar Luar Pemalang tersebut kini kembali beroperasi dengan dukungan sekitar 900 unit mesin produksi dan menyerap kurang lebih 1.500 tenaga kerja. Sebagian besar pekerja merupakan pegawai lama yang sebelumnya terdampak penutupan pabrik pada 2024.


Salah satu pegawai lama, Dewi, mengenang momen ketika aktivitas pabrik berhenti secara mendadak pada 29 Februari 2024. Saat itu, para pekerja dikumpulkan dan diarahkan oleh pihak manajemen setelah pabrik dinyatakan tutup. Selama hampir satu setengah tahun, ia dan rekan-rekannya harus bertahan dengan mencari pekerjaan lain demi memenuhi kebutuhan keluarga. “Sekarang rasanya senang sekali bisa kerja lagi. Harapannya pabrik ini bisa terus berjalan tanpa kendala supaya saya bisa membantu suami menambah penghasilan,” ujarnya.


Cerita serupa disampaikan Nurul, yang mengaku menjadi tulang punggung keluarga selama pabrik berhenti beroperasi. Ia bekerja serabutan demi mencukupi kebutuhan hidup. “Sekarang bisa kerja lagi dan menerima gaji, rasanya sangat lega,” katanya, seraya berharap operasional pabrik dapat berjalan berkelanjutan agar memberi kepastian kerja bagi karyawan.


Direktur PT Akarsa Garment, Alfindra Almandra, menjelaskan bahwa pabrik sempat mengalami kepailitan pada 2024 sebelum akhirnya direvitalisasi. Saat ini, pabrik kembali berproduksi dengan fokus pada pembuatan penutup kepala atau balaklava yang digunakan anggota saat mengenakan helm.


Dalam sambutannya, Wakapolri Dedi Prasetyo menegaskan bahwa pekerja merupakan tulang punggung sekaligus penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menyatakan Polri berkomitmen menjadi mitra strategis dalam menciptakan iklim ketenagakerjaan yang sehat, inklusif, dan produktif, serta memberikan perlindungan dan pelayanan agar kegiatan produksi berjalan aman dan berkesinambungan.


Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif guna membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Ia menjamin kepastian hukum, kemudahan perizinan melalui sistem satu pintu, serta menegaskan tidak ada ruang bagi praktik premanisme di wilayah Jawa Tengah. Menurutnya, sektor industri padat karya menjadi prioritas untuk menekan angka pengangguran terbuka, didukung kesiapan sumber daya manusia melalui sekolah vokasi dan balai latihan kerja.


Sebagai catatan, hingga triwulan III 2025 realisasi investasi di Jawa Tengah telah mencapai Rp66,13 triliun atau 84,42 persen dari target tahunan, dengan penyerapan tenaga kerja lebih dari 326 ribu orang. Capaian tersebut menegaskan peran strategis sektor industri sebagai motor penggerak ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di daerah. (KS2)










Tags

Terkini