nasional

VIRAL! Jenazah Warga Ditolak Dimakamkan di TPU Desa Grogol Sidoarjo, Keluarga Terpukul

KS1
Jumat, 19 Desember 2025 | 11:00 WIB
VIRAL! Jenazah Warga Ditolak Dimakamkan di TPU Desa Grogol Sidoarjo, Keluarga Terpukul. (KlikSoloNews/dok)

SIDOARJO, KLIKSOLONEWS.COM — Sebuah peristiwa menyayat hati terjadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Grogol, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo.

Seorang warga yang hendak dimakamkan justru tidak diizinkan masuk ke area pemakaman sejumlah warga setempat. Kejadian ini viral di media sosial dan memantik perhatian luas dari masyarakat.

Jenazah yang ditolak diketahui bernama Khoiruddin (77), warga Perumahan Surya Kencana, Desa Grogol. Almarhum meninggal dunia pada Selasa (16/12/2025) malam usai menjalani perawatan medis.

Anak kedua almarhum, Irwan Dwi Wahyudi (51), menuturkan bahwa ayahnya sempat dirawat di Rumah Sakit Siti Fatimah sebelum dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 19.37 WIB. Keluarga kemudian mempersiapkan prosesi pemakaman yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (17/12/2025) pagi.

Namun rencana tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya. Saat rombongan pengantar jenazah tiba di TPU Desa Grogol sekitar pukul 07.00 WIB, sejumlah warga menghadang dan menolak jenazah dimakamkan di lokasi tersebut.

“Begitu sampai di pemakaman, rombongan langsung dihentikan. Kami diberitahu bahwa jenazah ayah tidak diperbolehkan dimakamkan di sana,” ujar Irwan di rumah duka.

Penolakan tersebut membuat keluarga terpukul dan diliputi kesedihan mendalam. Mereka mengaku tidak mendapatkan penjelasan yang jelas terkait alasan penolakan tersebut.

“Kami benar-benar syok dan hancur. Semua menangis. Kami tidak tahu apa kesalahan ayah kami sampai mendapat perlakuan seperti ini,” ucap Irwan dengan suara bergetar.

Situasi di lokasi pemakaman sempat memanas. Adu argumen terjadi antara warga Perumahan Surya Kencana dan warga Desa Grogol. Aparat TNI dan Polri yang berada di lokasi berusaha melakukan mediasi, namun tidak membuahkan kesepakatan.

Untuk menghindari konflik yang lebih besar, pihak keluarga akhirnya memutuskan membawa kembali jenazah ke rumah duka dan mencari lokasi pemakaman lain.

“Kami memilih mengalah. Jenazah ayah akhirnya dimakamkan di TPU Praloyo Lingkar Timur,” jelas Irwan.

Proses evakuasi jenazah pun berlangsung sulit. Jalan sempit di area TPU membuat rombongan kesulitan keluar, bahkan harus melewati tembok pembatas pemakaman demi membawa keranda keluar dari lokasi.

Irwan mengungkapkan, peristiwa tersebut direkam dan dibagikan ke media sosial sebagai bentuk luapan emosi dan kesedihan keluarga. Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.

“Kami berharap ini menjadi pelajaran bersama. Jangan sampai ada keluarga lain yang harus merasakan duka berlapis seperti yang kami alami,” pungkasnya.(KS01)

Tags

Terkini