nasional

Jateng Siap Sambut Libur Nataru, Kunjungan Wisatawan Diprediksi Tembus 8,57 Juta Orang

KS1
Selasa, 16 Desember 2025 | 16:00 WIB
Jateng Siap Sambut Libur Nataru, Kunjungan Wisatawan Diprediksi Tembus 8,57 Juta Orang (Kliksolonews/dok)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyatakan kesiapan menyambut kunjungan wisatawan pada masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Selama periode tersebut, jumlah wisatawan yang datang ke berbagai destinasi di Jawa Tengah diperkirakan mencapai 8,57 juta orang.


Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, M Masrofi, mengatakan periode libur Natal dan Tahun Baru berlangsung mulai 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Adapun puncak kunjungan wisatawan diperkirakan terjadi pada 25 Desember dan 28 Desember 2025.


Menurut Masrofi, terdapat lima daerah yang diproyeksikan menerima kunjungan wisatawan cukup tinggi selama masa libur Nataru, yakni Kabupaten Klaten, Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Magelang, dan Kota Solo.


Ia menjelaskan, khusus pada periode libur Nataru 2025, jumlah kunjungan wisatawan diperkirakan mencapai 7,8 juta orang atau meningkat 4,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, total kunjungan wisatawan sepanjang Desember 2025, termasuk libur Nataru, diproyeksikan mencapai 8,57 juta pengunjung, naik sekitar 12,95 persen dibandingkan Desember 2024. Adapun jumlah wisatawan Januari hingga November 2025 tercatat mencapai 60,9 juta orang.


“Jateng memiliki 1.635 destinasi wisata. Rinciannya, 759 wisata alam, 268 wisata budaya, dan 608 wisata buatan. Selain itu, terdapat 896 desa wisata. Ini akan menjadi penyangga utama lonjakan wisata pada periode Nataru,” ujar Masrofi, Senin (15/12/2025).


Masrofi menyebutkan, terdapat 10 destinasi wisata yang diperkirakan menjadi favorit wisatawan saat libur akhir tahun. Di antaranya Kota Lama Semarang, Masjid Agung Demak, Makam Sunan Kudus, Makam Sunan Kalijaga, Candi Prambanan, Masjid Raya Syeikh Zayid Solo, Dieng, Candi Borobudur, Pantai Marina, dan Masjid Agung Jawa Tengah.


Selain itu, Disporapar Jawa Tengah juga memprioritaskan pemantauan pada lima destinasi wisata utama, yakni Candi Borobudur, Owabong, Baturraden, Pantai Menganti, dan Guci.


Terkait kesiapan destinasi wisata, Pemprov Jawa Tengah telah menerbitkan surat edaran Sekretaris Daerah bernomor 100.3.4.1/2025. Edaran tersebut ditujukan kepada bupati dan wali kota serta pengelola wisata untuk memberikan pelayanan prima kepada wisatawan, menyiapkan sarana dan prasarana, melakukan mitigasi potensi bencana hidrometeorologi, memastikan kewajaran harga produk, serta memperkuat koordinasi lintas sektor jika terjadi keadaan darurat.


“Terkait mitigasi risiko dan kesiapan destinasi, kami sudah merapatkan dengan instansi terkait, mulai dari BPBD, Dishub, Satpol PP, TNI/Polri. Untuk destinasi seperti pendakian gunung, arung jeram, hingga wahana ekstrem, kami juga terus melakukan monitoring potensi bencana,” pungkas Masrofi.


Di bawah kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, Pemprov Jateng terus mendorong pengembangan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah. Salah satunya melalui penguatan sport tourism dan gerakan desa wisata yang diharapkan mampu menciptakan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat.


Sejumlah ajang berskala nasional dan internasional telah memberikan dampak ekonomi signifikan, seperti Borobudur Marathon yang pada 2024 mencatat perputaran ekonomi sebesar Rp73,9 miliar, meningkat dari Rp61,6 miliar pada 2023. Selain itu, event Karimunjawa Skydiving Adventure juga menarik peserta dari 59 negara. (KS2)


Tags

Terkini