nasional

Gembok Sejumlah Pintu Keraton Solo Diganti, Pekerja Konservasi BPK Sempat Diminta Keluar

KS1
Sabtu, 13 Desember 2025 | 20:11 WIB
Gembok Keraton Solo Diganti Mendadak, Pekerja Konservasi BPK Sempat Diminta Keluar (Kliksolonews/dok)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM — Sejumlah gembok di pintu Keraton Kasunanan Solo diganti dengan gembok baru, Sabtu (3/12/2025). Pergantian gembok tersebut disebut dilakukan oleh pihak Paku Buwono (PB) XIV Purbaya dan terjadi di beberapa titik, termasuk kawasan Museum Keraton.

Salah satu cucu Paku Buwono (PB) XIII, BRM Suryo Mulyo, mengatakan pergantian gembok berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB. Ia menyayangkan tindakan tersebut karena saat itu Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X Jawa Tengah tengah melakukan proses konservasi dan revitalisasi museum.

“Sekitar abis Azar pergantian gembok di (pintu) Kamandungan, (pintu) Museum. Kalau pergantian di musium kurang pas ya, karena ada pihak dari BPK melakukan konservasi dan revitalisasi di musium tiba-tiba diusir paksa keluar, dari Museum digembok semua. Dari Museum pindah ke pintu ini (Kamandungan). Tadi (yang mengganti gembok) sama mbakyu-nya Sinuhun Purboyo, kurang lebih 20 orang,” kata Suryo saat ditemui di Kamandungan Keraton Solo.

Menurut Suryo, tidak ada alasan pasti yang disampaikan saat pergantian gembok dilakukan. Ia menegaskan pihak yang diminta keluar merupakan pekerja dari BPK yang tengah melakukan konservasi dan revitalisasi.

“Tidak ada (alasan), cuma bilang saya ingin mengganti gembok ini. Pengusirannya bukan ke kami, tapi pegawai BPK yang melakukan konservasi dan revitalisasi,” ujarnya.

Pergantian gembok ini terjadi ketika PB XIV Mangkubumi sedang berada di Jakarta untuk menghadiri kegiatan bersama Kementerian Kebudayaan. Suryo menambahkan, pihaknya masih menunggu arahan dari Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Kasunanan Surakarta terkait langkah lanjutan.

Sementara itu, perwakilan pelaksana BPK Wilayah X Jawa Tengah, Aldila, menyebut sebelum kejadian terdapat sekitar 25 pekerja yang melakukan konservasi dan revitalisasi Museum Keraton Kasunanan Solo. Pekerjaan tersebut telah berlangsung selama sekitar satu bulan dengan jam kerja pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.

“Sebelum jam 15.00 kami melakukan konservasi dan revitalisasi di dalam Keraton Solo, ada beberapa oknum yang tidak kami kenal, mengusir atau menyuruh kami pergi dari dalam museum secara buru-buru. Mereka mengunci pintu dengan gembok. Jadi peralatan kami, semua barang-barang kami masih didalam,” kata Aldila.

Ia menjelaskan, permintaan agar pekerja keluar disampaikan dengan cara baik-baik sehingga pihaknya mengikuti arahan tersebut. “Mereka cuma bilang, ayo mas keluar dulu. Tadi ada banyak orang, tim kami juga banyak, karena gak enak kami keluar,” ucapnya.

Aldila menuturkan, peristiwa tersebut telah dilaporkan ke BPK dan pihaknya kini menunggu arahan lebih lanjut dari BPK Wilayah X Jawa Tengah.

Di sisi lain, Juru Bicara PB XIV Purbaya, KPA Singonagoro, menyatakan bahwa pihaknya sebelumnya telah mengirimkan surat kepada LDA untuk meminta kunci-kunci pintu Keraton Solo, namun tidak mendapatkan respons.

“GKR Timoer sudah mengirimkan surat permintaan kunci ke Gusti Moeng (LDA), karena selama ini kunci-kunci yang harusnya dipegang Bebadan itu dipegang sama beliau. Sudah dikirim surat baik-baik untuk diminta,” katanya.

Karena Bebadan PB XIV Purbaya akan mulai bekerja, diputuskan untuk mengganti gembok di sejumlah pintu guna mempermudah aktivitas kelembagaan tersebut. “Jumlahnya kurang lebih sepuluhan pintu. Termasuk Kamandungan, Kasentanan, Kantor Sasono Wilopo, Perpustakaan, termasuk museum juga,” ujarnya.

Terkait narasi pengusiran pekerja, Singonagoro membantah adanya tindakan tersebut dan menyayangkan munculnya anggapan tersebut di publik. Ia menegaskan pihaknya menginginkan suasana yang damai di Keraton Solo.

“Tidak ada pengusiran. Teman-teman nanti bisa dilihat, orang-orang disana masih ada. Mungkin kedepan akan ada pendataan, sehingga orang-orang yang ada disini jelas statusnya, dia siapa, dari mana, kita kan perlu tahu,” jelasnya.

Ia juga menegaskan pekerja BPK Wilayah X Jawa Tengah tetap dapat melanjutkan konservasi dan revitalisasi museum. “Tidak ada pengusiran, ini kan sudah waktunya pulang, jam kerja sampai jam berapa sih. Kalau besok Meraka mau masuk, ya Monggo, koordinasi dengan pengagengnya. Kalau di museum berarti dengan GRAy Devi,” pungkasnya. (KS2)

Tags

Terkini