nasional

Maxride Hadir Lagi di Solo, Jadi Penopang Ekonomi Baru bagi Pengemudi Roda Tiga

KS1
Sabtu, 22 November 2025 | 15:25 WIB
Maxride Hadir Lagi di Solo, Jadi Penopang Ekonomi Baru bagi Pengemudi Roda Tiga. (KlikSoloNews/Danil)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Layanan transportasi roda tiga Maxride kembali memadati jalanan Kota Solo setelah sempat terhenti sementara menyusul terbitnya Surat Edaran (SE) Wali Kota Surakarta yang melarang pengoperasian Bajaj berbasis aplikasi.

Kemunculan kembali armada berwarna oranye tersebut menjadi kabar baik bagi banyak pengemudi tradisional yang selama ini menghadapi penurunan penghasilan.

Pihak Maxride menekankan bahwa keberadaan mereka di Solo tidak hanya diarahkan pada pengembangan usaha, tetapi juga untuk memberikan peluang baru bagi pekerja transportasi yang mulai tersisih akibat perubahan zaman.

Regional Manager Maxauto Maxride DIY–Jawa Tengah, Bayu Subolah, menegaskan hadirnya Maxride membawa ruang baru bagi para pengemudi becak, sopir angkot, serta pekerja transportasi lainnya yang tergeser oleh modernisasi.

“Selama ini banyak pengemudi roda tiga tradisional yang kesulitan bertahan. Maxride ingin membantu mereka beradaptasi dengan model transportasi digital,” ucap Bayu.

Sejumlah besar pengemudi yang tergabung dalam Maxride merupakan mantan pengayuh becak yang usianya sudah tidak muda. Kehadiran kendaraan roda tiga berbasis mesin dianggap membantu mereka tetap bekerja tanpa beban fisik berlebihan.

Kendaraan Sudah Penuhi Standar Keselamatan

Menjawab pertanyaan publik terkait kelayakan kendaraan, Bayu memastikan bahwa seluruh unit Maxride telah memiliki Surat Registrasi Uji Tipe (SRUT) sebagai bukti kelayakan teknis. Selain itu, penumpang yang memakai layanan ini sudah mendapatkan perlindungan dari asuransi Jasa Raharja.

Ke depan, Maxride merencanakan kerja sama tambahan dengan penyedia asuransi dan berencana melibatkan BPJS Ketenagakerjaan untuk memastikan perlindungan pengemudi lebih optimal.

Saat ini Maxride kembali beroperasi dengan sekitar 20 pengemudi yang aktif. Jumlah tersebut perlahan bergerak naik mengikuti peningkatan permintaan pengguna aplikasi.

Bayu memperkirakan bahwa hingga akhir tahun, Maxride dapat menambah antara 50 hingga 100 unit kendaraan baru untuk memenuhi kebutuhan layanan di Solo.

Bayu juga mengungkapkan bahwa Maxride menawarkan prospek bisnis yang cukup cerah. Dengan harga unit sekitar Rp50 juta, pengemudi diperkirakan bisa mendapatkan penghasilan sekitar Rp3 juta per bulan.

“Jika digunakan penuh waktu, modal pembelian unit bisa kembali kurang dari satu tahun. Sementara bagi pemilik armada, estimasinya sekitar dua tahun,” jelas Bayu.

-
Regional Manager Maxauto Maxride DIY–Jawa Tengah, Bayu Subolah, (KlikSoloNews/Danil)

Meski telah kembali beroperasi, posisi Maxride masih belum sepenuhnya aman karena keberadaan SE Wali Kota yang belum dicabut. Untuk itu, manajemen berencana segera melakukan audiensi dengan Pemkot Surakarta.

“Kami ingin berdialog langsung dengan pemerintah agar persoalan ini dapat diselesaikan. Banyak warga yang menggantungkan hidup pada layanan ini,” kata Bayu.

Ia berharap regulasi ke depan dapat lebih adil bagi seluruh moda transportasi online, khususnya yang menggunakan pelat hitam.

Maxride juga mulai kembali menjalin hubungan dengan komunitas ojek online lainnya di Solo. Langkah ini dilakukan untuk menghindari kesalahpahaman serta memastikan kondisi lapangan tetap aman dan tertib.

“Kami ingin menjaga keharmonisan dengan semua pihak. Kalau ada perbedaan pendapat, kami siap membicarakannya,” tambah Bayu.

Kehadiran kembali Maxride di Solo memberi ruang baru bagi banyak pengemudi berpenghasilan rendah untuk tetap bertahan. Tidak sedikit dari mereka yang sebelumnya mengandalkan tenaga fisik kini dapat bekerja lebih ringan dengan hasil yang lebih stabil.

Bayu berharap pemerintah daerah memberi perhatian terhadap manfaat sosial tersebut.

“Kami ingin tumbuh bersama masyarakat Solo. Harapan kami, regulasi bisa menemukan titik temu agar program pemberdayaan ini tetap berjalan,” tutupnya.(KS03)

Tags

Terkini