nasional

Cerita Korban Longsor Banjarnegara: Ada yang Lari ke Kuburan dan Hutan, Pemerintah Gerak Cepat

KS1
Selasa, 18 November 2025 | 19:00 WIB
Cerita Korban Longsor Banjarnegara: Ada yang Lari ke Kuburan dan Hutan, Pemerintah Gerak Cepat. (KlikSoloNews/dok)

BANJARNEGARA, KLIKSOLONEWS.COM – Bencana tanah longsor di Desa Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, masih meninggalkan trauma bagi para korban.

Suara gemuruh longsor memaksa warga lari menyelamatkan diri, bahkan ada yang berlari ke kuburan dan ke hutan untuk menghindari amukan tanah dan batu.

Sumarti, salah satu korban, menceritakan bagaimana ia terpaksa meninggalkan rumah yang diluluhlantakkan longsor.

“Waktu kejadian terdengar suara gemuruh. Beberapa warga memastikan kondisi daerah atas, tapi longsor semakin membesar. Saya pun lari menyelamatkan diri,” kata Sumarti di pengungsian, Senin (17/11/2025) malam.

Beberapa warga sempat berlindung di makam dusun setempat, kemudian melanjutkan lari ke hutan. Di hutan, mereka dijemput petugas dan dibawa ke puskesmas serta posko pengungsian. Korban lain, Wastinah, juga menyampaikan apresiasi atas kecepatan tim penyelamat.

“Saya dijemput di hutan, terus dibawa ke puskesmas dan posko pengungsian. Petugas cepat,” ujarnya.

Para korban mendapatkan pelayanan kesehatan, makanan tiga kali sehari, serta fasilitas pengungsian yang memadai. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meninjau lokasi bencana dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan penanganan cepat dan tepat.

Proses evakuasi dan pencarian korban terus dilakukan tim SAR, BPBD Jateng dan Kabupaten Banjarnegara, relawan, TNI-Polri, serta Forkopimcam. Tenda pengungsian, dapur umum, pos lapangan, dan layanan kesehatan darurat telah didirikan.

Bantuan logistik mulai disalurkan, termasuk beras, selimut, matras, hygiene kit, family kit, kids ware, air mineral, serta peralatan kantor untuk menunjang posko. Hingga kini, tercatat 800-an warga terdampak, dengan 26 orang masih terjebak di hutan atau kemungkinan tertimbun.

Data bantuan yang masuk dari OPD dan BUMD Provinsi Jawa Tengah mencapai Rp385,48 juta, meliputi logistik Dinas Sosial, beras dari Dinas Ketahanan Pangan, obat-obatan dari Dinas Kesehatan, serta dukungan dari BUMD Jateng Peduli Bencana.

Pemprov Jateng juga mengalokasikan Belanja Tidak Terduga (BTT) Rp450 juta untuk penanganan rumah warga yang rusak.

Gubernur Ahmad Luthfi mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap daerah rawan longsor, seperti Batang, Kendal, Wonosobo, Banjarnegara, Brebes–Bumiayu, Magelang, dan Temanggung, serta mendorong langkah pencegahan dini untuk meminimalkan risiko bencana.(ks01)

Tags

Terkini