SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Warga Kota Solo digemparkan oleh kabar beredarnya surat dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Solo yang menyebut Bakso Remaja Gading di Jalan Veteran diduga non halal.
Surat tersebut viral di berbagai media sosial dan grup WhatsApp, memicu kehebohan di kalangan masyarakat.
Kabar ini mengejutkan banyak pihak, lantaran warung bakso yang berdiri sejak era 1990-an itu dikenal memiliki banyak pelanggan beragama Islam.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Satpol PP Kota Solo turun tangan dan menutup sementara usaha tersebut mulai Senin (3/11/2025) hingga hasil uji laboratorium keluar pada Jumat (7/11/2025).
Kepala Satpol PP Kota Solo Didik Anggono menjelaskan bahwa kasus ini bermula dari pemeriksaan rutin yang dilakukan oleh tim Pangan Kota Solo. Dalam pemeriksaan itu, pemilik usaha disebut sempat menyatakan bahwa produknya non halal, sehingga tim melakukan pengambilan sampel untuk diuji.
“Waktu ditanya dua kali, pemilik menyatakan produk baksonya non halal di hadapan tim. Tapi saat kami konfirmasi ulang hari ini, beliau masih terlihat linglung karena baru keluar dari rumah sakit. Jadi kami minta usahanya ditutup sementara sampai hasil lab keluar,” ujar Didik, Senin (3/11).
Didik menambahkan, pihaknya telah berkomunikasi dengan pemilik dan memberikan dua opsi tergantung hasil laboratorium.
Bila hasil menunjukkan kandungan non halal, maka pemilik wajib memasang keterangan jelas di spanduk, papan nama, maupun kemasan.
Sebaliknya, jika hasil menunjukkan halal, maka pemilik akan diarahkan untuk mengurus sertifikasi halal resmi.
Sementara itu, Thirthania Laura Damayanthie, putri pemilik Bakso Remaja Gading, membantah dugaan tersebut dan menyebut kejadian ini hanya merupakan kesalahpahaman.
“Ini sebenarnya cuma miskomunikasi. Kami sekeluarga muslim dan tidak pernah pakai bahan non halal. Tapi kami ikuti saja imbauan pemerintah untuk tutup sementara sampai hasil lab keluar Jumat nanti,” ujar Laura.
Menurut Laura, pernyataan sang ayah yang sempat menyebut produk non halal disampaikan dalam kondisi bingung saat diwawancarai petugas.
“Bapak saya waktu itu salah jawab karena kurang paham maksud pertanyaannya. Semua bahan yang kami pakai halal, tidak ada babi atau bahan haram lainnya,” jelasnya.
Saat ini, sampel produk Bakso Remaja Gading telah dikirim ke laboratorium untuk diuji. Hasil resmi uji laboratorium akan menjadi dasar keputusan pemerintah terkait izin buka kembali warung bakso legendaris tersebut.(ks01)