nasional

Campuran Etanol 10 Persen pada Bensin Aman untuk Mesin, Bahlil Lahadalia Tantang Mahasiswa Uji Secara Ilmiah

KS1
Kamis, 30 Oktober 2025 | 21:15 WIB
Campuran Etanol 10 Persen pada Bensin Aman untuk Mesin, Bahlil Lahadalia Tantang Mahasiswa Uji Secara Ilmiah. (KlikSoloNews/dok Kementerian ESDM)

MALANG, KLIKSOLONEWS.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa rencana pemerintah mencampur bensin dengan 10 persen etanol (E10) tidak akan merusak mesin kendaraan.

Ia menyebut, isu yang beredar di masyarakat hanyalah bentuk propaganda dari pihak-pihak yang dirugikan oleh kebijakan transisi energi nasional.

“Etanol ini untuk mencampur bensin agar emisi menurun. Ini energi bersih dan ramah lingkungan,” tegas Bahlil dalam kuliah umum Pembukaan Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (29/10/2025).

Menurut Bahlil, etanol berasal dari bahan alami seperti tebu, jagung, dan singkong — sumber energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan dibanding bahan bakar fosil.

Ia menepis tudingan penggunaan etanol dapat merusak mesin kendaraan. Justru, katanya, isu negatif tersebut datang dari kelompok yang tidak ingin kuota impor BBM dipangkas.

“Yang mengatakan ini hoaks adalah mereka yang tidak ingin kuota impornya dipangkas. Mereka nyaman dengan Indonesia yang terus bergantung pada impor energi,” ujar Bahlil.

Bahlil menjelaskan, penerapan bensin E10 merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi yang saat ini mencapai Rp520 triliun per tahun.

“Kebijakan penggunaan bensin E10 adalah langkah awal menuju kemandirian energi nasional,” ungkapnya.

Ia mencontohkan beberapa negara yang telah lebih dulu menerapkan kebijakan serupa Amerika Serikat sudah menerapkan mandatori E20.

Selanjutnya Brasil dan India juga menjalankan kebijakan bahan bakar berbasis etanol. Sementara Thailand telah melangkah lebih jauh dengan program B20.

“Di Amerika sudah mandatori E20, Brasil dan India juga sudah. Thailand bahkan sudah menerapkan B20,” jelasnya.

Ajak Mahasiswa Kritis dan Ilmiah Soal Energi Bersih

Mantan aktivis ini juga mengajak para mahasiswa untuk menguji manfaat etanol secara ilmiah melalui forum terbuka.

“Saya siap berdiskusi dari pagi sampai pagi lagi, asal pakai data. Silakan adakan forum, saya akan datang,” tantang Bahlil di hadapan ratusan mahasiswa UMM.

Bahlil menegaskan bahwa kebijakan penggunaan bensin E10 merupakan bagian dari program hilirisasi dan transisi energi bersih yang dijalankan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

“Demi kedaulatan ibu pertiwi, saya tidak akan mundur sejengkal pun menghadapi pihak yang menghambat kebijakan ini,” tegasnya.

Dengan langkah ini, pemerintah berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon, mendorong energi terbarukan, serta mewujudkan kedaulatan energi nasional yang mandiri dan berkelanjutan. (KS01)

Tags

Terkini