JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM — Holding pariwisata dan pendukungnya, Danantara Indonesia, tengah menyisir dan melakukan konsolidasi terhadap sejumlah aset bisnis milik Grup Pertamina. Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) beroperasi sesuai dengan core business masing-masing.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengatakan bahwa upaya konsolidasi ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat posisi BUMN di sektor utama mereka.
“Kalau Pertamina nanti akan fokus kepada oil and gas,” ujar Dony, Kamis (24/10/2025).
Menurut Dony, selain mengelola bisnis minyak dan gas (migas), Pertamina juga memiliki sejumlah aset di luar bisnis intinya, seperti hotel dan rumah sakit. Aset-aset tersebut rencananya akan dialihkan kepada BUMN yang relevan dengan bidangnya.
“Hotel Pertamina nanti akan diberikan kepada Hotel Indonesia Natour, sementara rumah sakitnya akan keluar agar perusahaan BUMN kita fokus pada bisnis inti. Karena itulah, Pelita Air mau tidak mau pasti masuk industri airlines,” jelasnya.
Konsolidasi Tidak Ganggu Kinerja Pelita Air
Lebih lanjut, Dony memastikan bahwa proses inbreng (penyertaan modal dalam bentuk aset) terhadap sejumlah entitas bisnis milik Pertamina, termasuk rencana penggabungan Pelita Air ke Garuda Indonesia, tidak akan mengganggu kinerja operasional maskapai tersebut.
Ia menyebut bahwa kritik dan resistensi dari anggota DPR RI terkait rencana inbreng Pelita Air justru menjadi bentuk perhatian positif terhadap proses transformasi yang sedang dijalankan.
“Saya menilai perhatian dari anggota DPR RI terhadap Danantara itu luar biasa. Bahwa proses merger dan konsolidasi ini jangan sampai menurunkan kualitas dari Pelita Air,” ujar Dony.
Langkah konsolidasi ini merupakan bagian dari strategi Danantara Indonesia untuk menciptakan sinergi antarsubsidiari di bawah payung holding. Dengan begitu, setiap BUMN akan lebih fokus dan efisien menjalankan bisnis utamanya tanpa tumpang tindih portofolio antarperusahaan.
Danantara sendiri kini menjadi holding pariwisata, aviasi, dan hospitality yang menaungi sejumlah BUMN strategis seperti Garuda Indonesia, Pelita Air, Angkasa Pura I & II, Hotel Indonesia Group, dan lainnya.
Dony menegaskan, tujuan akhir dari kebijakan ini adalah menciptakan BUMN yang sehat, efisien, dan fokus pada core competence-nya masing-masing.(ks01)