nasional

Jateng Dorong Penguatan Ekonomi Syariah Lewat Pengawasan Produk Halal

KS1
Sabtu, 18 Oktober 2025 | 14:00 WIB
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Kliksolonews/dok)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM — Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan sertifikasi halal di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk yang sesuai dengan syariat Islam. Hal itu disampaikan saat membuka Halaqah Ulama, Penguatan UKM Halal Binaan Baznas, dan Deklarasi Hari Halal Nasional di Kompleks Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Kamis (16/10/2025).


Dalam kegiatan yang digelar bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI Jateng, Gus Yasin—sapaan akrabnya—menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berperan aktif dalam upaya sertifikasi halal bagi produk lokal.


“Langkah sertifikasi halal ini merupakan bentuk jaminan bagi masyarakat muslim dalam mengakses produk yang aman dan sesuai syariat. Akan tetapi, pekerjaan rumah kita saat ini adalah bagaimana menjaga keberlanjutannya,” ujarnya.


Menurut Taj Yasin, pengawasan terhadap produk yang telah bersertifikat halal perlu dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Hal ini menjadi tanggung jawab penyelia halal, baik internal perusahaan maupun lembaga eksternal terkait.


“Masyarakat atau pelaku usaha tidak boleh berhenti setelah mendapat label halal. Yang lebih penting adalah memastikan jaminan kehalalan produk tetap terjaga,” tegasnya.


Ia mencontohkan, produk makanan yang sudah bersertifikat halal harus terus dijaga agar tidak terkontaminasi bahan nonhalal atau diproses dengan peralatan yang sama dengan produk nonhalal.


“Keberlanjutan sertifikat halal ini harus benar-benar dijaga agar kepercayaan masyarakat tidak luntur,” lanjutnya.


Wagub juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam pengawasan. Ia mendorong warga untuk ikut memastikan rumah makan atau pelaku usaha yang sudah mengantongi sertifikat halal tetap konsisten menjalankan prinsip tersebut.


“Kalau menemukan pelanggaran, laporkan kepada MUI agar bisa diaudit kembali. Ini bagian dari tanggung jawab bersama menjaga ekosistem halal di Jawa Tengah,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua MUI Jawa Tengah Ahmad Darodji menilai, keberadaan produk halal bukan hanya kebutuhan spiritual, tetapi juga memiliki nilai ekonomi strategis.


“Sebagai provinsi dengan 96 persen penduduk beragama Islam, Jateng memiliki potensi besar menjadi pusat ekonomi syariah. Karena itu, literasi tentang produk halal harus terus diperkuat,” tandasnya. (KS1)

Tags

Terkini